Nusa Lembongan (Antara Bali) - Puluhan polisi dikerahkan ke Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, untuk mengamankan pemilihan umum legislatif di pulau yang terpisahkan oleh Selat Badung dari daratan Pulau Bali.

"Mereka sudah mulai berdatangan hari ini dan akan bertugas hingga pengiriman kembali surat suara di Semarapura (ibu kota Kabupaten Klungkung) Kamis (10/4)," kata Kepala Desa Jungut Batu, Nusa Lembongan, Gede Suryawan, Selasa.

Di kantor Desa Jungut Batu terdapat tiga polisi yang mengawal logistik pemilu. "Kemudian yang lainnya disebar di beberapa tempat, termasuk di Desa Lembongan," ujarnya.

Di Nusa Lembongan yang terdiri dari dua desa, yakni Jungut Batu dan Lembongan, dengan jumlah penduduk 10 ribu jiwa itu biasanya hanya terdapat satu personel Babinsa dan seorang Babinkamtibmas.

"Setiap kali penyelenggaraan pemilu, keamanan di Nusa Lembongan selalu kondusif. Mudah-mudahan situasi sekarang juga tetap kondusif. Tapi tetap saja, kami butuh bantuan personel TNI/Polri," ujarnya.

Terdapat enam calon anggota legislatif yang akan bersaing dari pulau berjarak 11 kilometer arah tenggara Pulau Bali itu. Mereka terdiri dari dua orang melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrat, Partai Golongan Karya, dan Partai Nasional Demokrat, masing-masing satu orang.

Namun dalam catatan sejarah pesta demokrasi lima tahunan itu, tak satu pun caleg dari salah satu tujuan wisata favorit di Bali itu yang berhasil menduduki kursi legislatif. "Kami berharap pemilu tahun ini ada dua caleg dari Nusa Lembongan," kata Gede Suryawan.

Kecamatan Nusa Penida yang terdiri dari tiga pulau, yakni Nusa Penida, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan mendapatkan jatah delapan kursi legislatif di DPRD Kabupaten Klungkung. (WDY)

Pewarta: Oleh M. Irfan Ilmie

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014