BUMD PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali meraup laba bersih sebesar Rp270,53 miliar pada triwulan I 2024 atau naik 36 persen dibandingkan periode sama 2023 yang mencapai Rp198,9 miliar.

"Kami optimis kinerja pada 2024 ini akan tetap terjaga dan sangat baik serta memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah," kata Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma di Denpasar, Bali, Jumat.

Dia menjelaskan peningkatan perolehan laba itu didorong kinerja sejumlah indikator keuangan di antaranya aset yang dibukukan pada Januari-Maret 2024 mencapai Rp35,86 triliun atau naik 14,53 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp31,31 triliun.

Peningkatan aset itu didorong kenaikan penempatan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp30,69 triliun atau naik 9,80 persen dibandingkan akhir tahun 2023 senilai Rp27,95 triliun.

Adapun keseluruhan DPK itu terdiri dari giro Rp6,06 triliun, tabungan Rp15,23 triliun dengan rasio dana murah (CASA) yang masih mendominasi sebesar 69,37 persen dan dana mahal atau deposito mencapai Rp9,40 triliun.

Menurut dia, membaiknya sektor industri pariwisata berdampak terhadap perekonomian Bali secara keseluruhan dan memberi dampak signifikan kepada entitas yang sahamnya dimiliki oleh seluruh pemerintah daerah di Pulau Dewata.

Terbukti rasio-rasio keuangan yang tetap terjaga di antaranya kredit bermasalah (NPL) gros yang terjaga sebesar 1,30 persen, return of asset (ROA) 3,75 persen, biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) 64,39 persen, dan rasio jumlah kredit terhadap modal atau loan to deposit ratio (LDR) 69,69 persen.

Pihaknya juga tetap menjaga tingkat permodalan sesuai ketentuan dari regulator dengan modal inti sebesar Rp3,79 triliun.

Ia optimistis kinerja positif triwulan pertama tahun ini menjadi tolok ukur pertumbuhan selama 2024 dengan berupaya meningkatkan pembiayaan untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal Bali.

Bank pelat merah ini melakukan segmentasi penerima kredit usaha rakyat (KUR), di antaranya sektor prioritas UMKM pertanian dan peningkatan digitalisasi yang mempercepat penilaian terhadap debitur.

"Tahun 2024, kami menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp1,8 triliun," ucapnya.

Secara umum, ia juga menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit pada 2024 yang tumbuh sebesar delapan persen dari realisasi kredit pada Desember 2023 mencapai Rp21 triliun.


Baca juga: Bank BPD Bali kerahkan CSR bantu upaya mencegah stunting

 

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Editor : Widodo Suyamto Jusuf


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2024