Sebanyak 1.200 siswa Sekolah Dasar di Kota Denpasar, Bali, mendapatkan pemahaman seputar rabies dalam kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) serangkaian peringatan Hari Rabies Sedunia.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar drh Ni Made Suparmi di Denpasar, Kamis, mengatakan kegiatan KIE ini secara nasional diprakarsai oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian.

"Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian juga bekerja sama dengan Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP)," ujarnya.

Kegiatan KIE dikemas dengan penyelenggaraan edukasi kepada sekitar 5.000 siswa SD di lima provinsi, yakni Bali, Sulawesi Selatan, NTT, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam pelaksanaannya di Kota Denpasar, Dinas Pertanian kota setempat menggelar KIE seputar rabies dengan menyasar siswa dari jenjang kelas 4, kelas 5 dan kelas 6 SD.

Baca juga: Dispar Bali: Imbauan NSW Health soal antisipasi monyet rabies itu normal

"Kami juga menggandeng pihak Disdikpora Kota Denpasar untuk menggelar KIE di 12 SD di empat kecamatan se-Kota Denpasar. Jumlah peserta edukasi rabies sebanyak 1.200 orang, yang terdiri dari siswa kelas 4,5 dan 6," ucap Suparmi.

Ia menambahkan, pelaksanaan KIE di sekolah-sekolah ini, lanjut Made Suparmi, turut juga melibatkan guru-guru pada tiap sekolah yang sebelumnya telah mendapatkan pembekalan materi tentang rabies dari Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP).

"Para guru yang sebelumnya telah mendapatkan pembekalan, juga kita libatkan dalam proses KIE ini," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan akan memberikan dampak positif kepada anak-anak SD terkait dengan rabies, dan tentunya gigitan anjing dan kematian akibat penyakit rabies bisa dicegah sejak dini.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Kota Denpasar mencatat jumlah kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) pada Januari-Mei 2023 melonjak tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Jumlah GHPR sejak Januari-Mei 2023 mencapai 2.281, sedangkan periode yang sama pada 2022 hanya 1.200 kasus.

Baca juga: Anggota DPD Bali: Peningkatan kasus rabies ancaman bagi pariwisata Pulau Dewata
 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023