Objek wisata Taman Soekasada Ujung di Kabupaten Karangasem, Bali menambah fasilitas untuk atraksi wisata dan budaya guna menarik kunjungan wisatawan setelah pencabutan pandemi menjadi endemi COVID-19.

“Pandemi COVID sudah berlalu, kami mengembangkan heritage ini sebagai objek wisata, menjadi magnet pariwisata ke Bali Timur,” kata Manggala (Pemuka) Puri Agung Karangasem Anak Agung Bagus Partha Wijaya di Karangasem, Bali, Rabu.

Dia menjelaskan atraksi wisata dan budaya itu dikemas melalui fasilitas pusat pengunjung (visitor center) yang saat ini sedang tahap penyelesaian dan dalam waktu dekat mulai beroperasional.

Pusat pengunjung itu berdiri di dekat monumen Bale Kapal di dalam kawasan taman, dengan bangunan ramah lingkungan karena terbuat dari bambu dan jerami.

Senada dengan Partha Wijaya, General Manager Taman Soekasada Ujung Anak Agung Made Dewandra R Djelantik menjelaskan fasilitas itu dibangun dari dana sosial (CSR) BUMN Pertamina.

Baca juga: Juru masak Qatar jajal tradisi megibung di Karangasem

Rencannya, pusat pengunjung itu memberikan pengalaman menyelami kehidupan zaman kerajaan di Puri Agung Karangasem dan kehidupan masyarakat mulai dari aktivitas budaya dan tradisi di antaranya menenun, ritual keagamaan, hingga tradisi makan bersama atau megibung.

Tak hanya itu, juga ada perpustakaan yang menampilkan naskah-naskah kuno yang tertulis di dalam daun lontar.

“Dulu masih kurang konten, tidak banyak melakukan sesuatu karena sumber daya manusia terbatas, tapi sekarang kami mencoba melakukan pengembangan karena dapat bantuan dari CSR BUMN,” katanya.

Sementara itu, tingkat kunjungan wisatawan di objek wisata tersebut saat ini mulai membaik setelah pandemi COVID-19 yakni rata-rata mencapai 800 pengunjung per hari, sekitar 60 persen di antaranya adalah turis mancanegara.

Baca juga: Bupati Karangasem-Bali ingin ibu kota Amlapura semakin berkembang

Meski mulai bergairah, jumlah kunjungan itu masih belum pulih dibandingkan kunjungan sebelum pandemi yang rata-rata mencapai sekitar 1.200 orang per hari.

Ada pun harga tiket masuk untuk pengunjung domestik mencapai Rp25 ribu dan turis asing Rp75 ribu.

Pihaknya berharap libur panjang Idul Adha mampu menarik tingkat kunjungan.

“Saya pencinta sejarah, budaya dan alam dan itu semua ada di tempat ini, jadi menarik mempelajarinya,” kata turis asal Belgia, Marine Verschueren.

Senada dengan Marine, wisatawan asal Jakarta, Sri Rahayu juga tertarik dengan bangunan unik dan bersejarah di tempat wisata itu.

“Keren pemandangannya dan bersejarah,” katanya.

Taman Soekasada Ujung dibangun mulai tahun 1918-1926 pada masa pemerintahan raja terakhir Puri Agung Karangasem, Ida Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem.

Tempat peristirahatan raja seluas sembilan hektare itu memiliki keunikan arsitektur, pemandangan alam berupa taman, kolam, pantai dan pegunungan serta memiliki pertemuan sumber mata air tawar dan air laut.


 

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023