Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali fokus menggarap segmentasi penyaluran kredit bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mempercepat peningkatan akses keuangan di Pulau Dewata.

“Kami memiliki misi pelayanan UMKM karena mereka sebagai penggerak ekonomi daerah,” kata Kepala Divisi Kredit BPD Bali I Gusti Ayu Citrawati di Denpasar, Bali, Selasa.

Menurut dia, untuk mendukung kinerja UMKM, bank milik pemerintah daerah di Bali itu menggenjot realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sejumlah segmentasi baik super mikro, mikro dan kecil yang pada 2023 target penyalurannya mencapai Rp1,6 triliun dengan suku bunga per tahun mencapai tiga persen.

Ada pun realisasi KUR selama Januari-April 2023 mencapai Rp549,6 miliar, sebagian besar terserap di sektor produktif.

Sedangkan realisasi KUR pada 2022 mendekati Rp1,1 triliun dari target sebesar Rp1,2 triliun.

Bank pelat merah ini juga menyasar pelaku UMKM yang sebelumnya menjadi debitur KUR dan saat ini sudah naik kelas menjadi pelaku usaha dengan skala lebih besar yakni dengan tawaran suku bunga 0,83 persen per bulan menurun.

Pihaknya juga memodifikasi KUR super mikro dan mikro dengan benefit tambahan debitur dimasukkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan dengan premi selama 12 bulan ditanggung pihak bank.

Baca juga: BPD Bali cegah potensi kredit bermasalah

Ada pun realisasi kredit secara keseluruhan di bank dengan ikon warna hijau itu per triwulan pertama 2023 mencapai Rp20,16 triliun atau tumbuh 1,83 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Pihaknya menargetkan realisasi kredit pada 2023 tumbuh sebesar enam persen dari realisasi 2022 yang saat itu mencapai Rp20,06 triliun.

Selain segmentasi kredit UMKM, bank ini juga masih mempertahankan segmentasi kredit bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan sebagai salah satu inti kinerja yang menopang target realisasi kredit.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VIII Bali dan Nusa Tenggara mencatat Indeks Literasi Keuangan di Provinsi Bali pada 2022 meningkat menjadi 57,66 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar 38,06 persen.

Sedangkan Indeks Inklusi Keuangan Bali sebesar 92,21 persen lebih tinggi dibandingkan capaian nasional sebesar 85,10 persen.

Baca juga: BPD Bali dukung Pemkab Badung infokan data harga bahan pokok


 

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023