Anggota Dewan Perwakilan Daerah Made Mangku Pastika berpandangan kerajinan yang terbuat dari limbah cangkang kerang oleh perajin dari daerah Serangan, Kota Denpasar, bisa bernilai ekonomi lebih tinggi apabila disertai narasi terkait bentuk maupun proses pembuatannya.

"Kalau narasi atau ceritanya bagus, produk kerajinan yang semula seharga ratusan ribu, bisa terjual puluhan juta," kata Pastika saat berkunjung ke Kelompok Perajin Kerang King Saguna Jaya dan Ayu & Bagus Collections, di Denpasar, Senin.

Mantan Gubernur Bali dua periode itu pun menyarankan agar narasi soal produk kerajinan kerang tersebut disampaikan dalam bahasa Inggris karena selama ini kerajinan seperti itu lebih diminati wisatawan mancanegara.

Bahkan ia sudah menyiapkan kalimat dalam bahasa Inggris yang menggambarkan betapa kerajinan dari limbah kerang itu begitu bernilai dari sisi seni dan ekonomi.

Baginya kerajinan kerang merupakan "the treasure from the deep of Bali sea in the hands of creative Balinese artist" atau yang berarti harta karun dari kedalaman laut Bali di tangan seniman Bali yang kreatif.

Pastika mengatakan potensi kerang laut Bali sangat besar dan kalau bisa dimanfaatkan akan memberi nilai ekonomi yang tinggi.

"Karya seni ini juga harus diberi nama dan ada narasi yang bagus agar orang tahu apa artinya dan bagaimana prosesnya. Nama itu penting, harganya mahal," ucap mantan Kapolda Bali ini.

Di tangan perajin, benda-benda yang bagi kebanyakan orang sudah tidak berguna kini bisa menjadi karya yang indah dan harganya tinggi. Dengan harga yang pantas, perajin bisa lebih sejahtera.

"Seperti Bola Lampu Telur Dinosaurus yang sangat indah ini, di perajin harganya cuma Rp500 ribu, tapi kalau di galeri atau toko seni bisa berlipat. Terlebih wisman juga ketertarikannya pada kerajinan yang terkait kelestarian lingkungan cukup besar," ucapnya

Pastika dalam kesempatan itu berkeinginan untuk memfasilitasi agar hasil karya perajin bisa dipajang pada tempat yang lebih representatif.

"Perajin bisa meningkatkan pendapatan selain karena harga produk yang pantas juga ada tempat yang representatif untuk memasarkannya. Sebagus apapun karya seni kalau dipajang pada tempat yang sulit diketahui tentu akan lambat berkembang," katanya.

Made Kanan Jaya yang juga owner Ayu & Bagus Collections mengatakan kerajinan dari limbah cangkang kerang itu telah dirintisnya sejak 2007. Bahan baku kerang didapatkan dari nelayan maupun dengan mencari di perairan Serangan.

Tak hanya Made Kanan beserta keluarganya yang menekuni kerajinan tersebut, lebih dari satu dekade yang lalu itu sekitar 25 persen warga Serangan memang berprofesi sebagai perajin limbah kerang. Namun, kini sudah jauh menyusut karena beralih menekuni profesi yang lain.

Sebelum pandemi COVID-19, Made Kanan mengatakan omzet yang diraih per bulan bisa di atas Rp15 juta. Namun saat ini dia hanya memproduksi sesuai dengan pesanan dengan harga produk mulai dari yang termurah Rp10 ribu hingga termahal seharga Rp500 ribu.

"Kami tidak berani banyak berproduksi khawatir tidak laku. Sejak COVID-19, order menurun drastis. Padahal sebelumnya produk kerang bisa terjual hingga ke Maldiv," ujarnya.

Made Kanan menaruh harapan agar Mangku Pastika bisa membantunya untuk mengembangkan pasar produk kerajinan menjadi lebih luas. Ia pun berkeinginan bisa didirikan museum atau galeri yang menampilkan koleksi berbagai kerang-kerang langka dan produk-produk kerajinan berbahan kerang.
Anggota keluarga Made Kanan Jaya yang juga owner Ayu & Bagus Collections sedang mengerjakan kerajinan cangkang kerang di bengkel produksinya di Serangan-Denpasar, Senin (20/3/2023). ANTARA/Ni Luh Rhismawati.

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023