PT MNC Energy Investments Tbk (IATA atau Perseroan), melalui anak perusahaannya yang bergerak di bidang batu bara, PT Bhakti Coal Resources (BCR), telah menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan tiga pihak pembeli yakni SAII Resources Pte Ltd, Visa Resources Pte Ltd, dan CPTL Pte Ltd.

Perseroan akan memperoleh tambahan pendapatan sebesar 108,42 juta dolar AS dari ketiga kontrak ini dan akan terus mengantisipasi lebih banyak kontrak di masa depan, seiring dengan peningkatan produksi. Kontrak pembelian jangka panjang ini menunjukkan kepercayaan pembeli atas operasional tambang IATA.

Acara penandatanganan perjanjian tersebut dilaksanakan pada Senin (19/9) bertepatan dengan konferensi Coaltrans Asia yang disaksikan oleh Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

"Signing hari ini dengan beberapa mitra kerjasama. Saya khusus hadir untuk menunjukkan keseriusan dan komitmen bahwa industri Coal akan menjadi salah satu industri utama dari MNC Group," ujar Hary Tanoesoedibjo dalam keterangan tertulisnya diterima di Denpasar, Selasa.

Baca juga: Bappenas target tahun 2030, Ekonomi hijau pekerjakan 1,8 juta

Menurut dia, prospek batubara luar biasa karena mencapai harga paling tinggi. Produksi Coal Indonesia termasuk tertinggi sehingga menjadi pemasukan tinggi untuk APBN. "Tahun depan rencana produksi ditingkatkan, karena cadangan IATA sangat besar," ucapnya.

Selain itu, CPTL Pte Ltd juga akan berinvestasi dalam pembangunan jalan angkut dan konveyor pelabuhan PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC), salah satu anak perusahaan BCR, untuk mendorong efisiensi produksi dan transportasi, dengan perkiraan investasi senilai 10 juta dolar AS.

Setelah dua tahun terhenti karena dampak pandemi COVID-19, Coaltrans Asia, konferensi batu bara terbesar di Asia, kembali digelar secara offline di Bali International Convention Centre (BICC) at The Westin Resort Nusa Dua, Bali (18 - 20 September 2022). 

Selain berkontribusi langsung sebagai salah satu sponsor Platinum, IATA turut memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali terhubung dengan para pemain kunci dari seluruh rantai pasokan batu bara dan menegosiasikan berbagai kesepakatan bisnis strategis, baik yang berkaitan dengan pengembangan usaha Perseroan maupun untuk kemajuan industri menuju dekarbonisasi.

Baca juga: Kemenparekraf dukung pengurangan emisi karbon dengan tanam mangrove

Selain berpartisipasi dalam konferensi, IATA juga menyambut para calon pembeli, serta vendor-vendor potensial untuk mendukung kegiatan operasional seperti kontraktor, perusahaan logistik, surveyor, dan lain-lain. 

Didukung kinerja cemerlang dan peningkatan target produksi Perseroan pada tahun 2022, menjadi titik balik IATA untuk semakin aktif memperkenalkan diri sekaligus mengukuhkan posisinya di komunitas dan pasar tambang batu bara.

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2022