Pemerintah menyerap dana Rp8,15 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara pada tanggal 5 April 2022.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, menyampaikan dana tersebut dimenangkan dari total penawaran masuk Rp18,1 triliun.

Jumlah nominal yang dimenangkan tertinggi berasal dari lelang seri PBS031 yakni Rp2,85 triliun dari penawaran masuk Rp3,45 triliun, dengan imbal hasil atau yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,54343 persen.

Baca juga: Pemerintah serap Rp6,2 triliun dari Lelang sukuk

Sementara, penawaran masuk terbesar berasal dari seri SPNS04102022 yaitu Rp8,24 triliun dan dari seri tersebut diserap dana Rp2 triliun, dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 2,298 persen.

Selanjutnya, dari seri PBS034 diraup dana Rp2,05 triliun dari penawaran masuk Rp2,54 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,72765 persen.

Baca juga: Pemerintah dapat Rp6,1 triliun dari lelang sukuk

Dari seri PBS029, pemerintah memenangkan dana Rp750 miliar dari penawaran masuk Rp1,89 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,57242 persen.

Jumlah nominal yang dimenangkan dari seri PBS032 adalah Rp250 miliar dari penawaran masuk Rp821 miliar, dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 5,06757 persen.

Pemerintah juga telah menyerap dana sebanyak Rp250 miliar dari seri PBS033 yang berasal dari penawaran masuk Rp1,15 triliun, sehingga imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan tercatat 6,85603 persen.
 

Pewarta: Agatha Olivia Victoria

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2022