Fasilitas pengelolaan material sampah di Banjar Belong, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, yang diresmikan Bupati Gianyar Made Mahayastra pada awal Juni 2020 telah menghasilkan pupuk organik untuk pertama kalinya, karena itu Ketua PKK Gianyar Ny Surya Adnyani Mahayastra mengunjunginya untuk melihat langsung hasil itu.

"PKK Kabupaten Gianyar selalu memotivasi apa yang dilakukan oleh masyarakat Desa Taro. Yang terpenting  adalah bagaimana kita menggerakkan masyarakat kita, khususnya ibu- ibu rumah tangga," kata orang nomer satu di PKK Gianyar itu dalam siaran pers Diskominfo Gianyar yang diterima, Kamis.

Harus diakui, katanya, penyumbang sampah terbesar adalah dari rumah tangga. "Yang terpenting juga bagaimana kita memilah sampah dari rumah tangga. Jika sampah sudah dipilah
, maka ketika ada di pengelolaan sampah sudah bisa langsung diolah," tambah dia.

Konsep yang diterapkan adalah sampah di desa juga selesai di desa, dan ketika sudah menjadi pupuk, akan diserahkan kembali kepada masyarakat setempat, sehingga tanah tetap subur
 dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. "Ini konsep yang benar," kata Ny Surya Adnyani Mahayastra.

Dalam kunjungan ke Desa Taro itu, Ketua PKK Gianyar didampingi Kepala Dinas DPMD Gianyar Dewa Ngakan Ngurah Adi, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra, Kepala Bank BPD Bali Cabang Gianyar I Ketut Bagus Ariana dan pengurus TP PKK Kabupaten Gianyar.


Baca juga: Tempat pengelolaan sampah 3R di Pejeng Gianyar-Bali resmi beroperasi

Pada kesempatan itu, rombongan berkesempatan mengunjungi Kebun Organik Desa Taro yang terletak di Desa Taro Kaja, Desa Taro Tegallalang. Di kebun organik tersebut juga ditanam bibit bantuan "Hatinya PKK" dan Ny Surya Adnyani Mahayastra juga melakukan panen sayur-sayuran, seperti terong, cabai, kangkung dan pare. Sesuai namanya, kebun ini menggunakan pupuk organik secara keseluruhan.

Pengelolaan material sampah di Desa Taro ini mampu menampung 14 banjar di Desa Taro. "Dengan mekanisme, seminggu dua kali diangkut dengan satu mobil truk sampah," kata Perbekel Desa Taro I Wayan Warka, saat menerima kunjungan Ketua PKK Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra pada fasilitas pengelolaan material sampah di Banjar Belong, Desa Taro Tegallalang itu (7/10).

Didampingi Manager Fasilitas, Dedi Sutrisna, Wayan Warka menambahkan untuk saat ini pengangkutan sampah di 14 banjar masih bisa ditangani. Dengan mekanisme, dalam waktu satu minggu yakni hari Senin, Selasa dan Rabu diambil sampah non-organik dan selanjutnya diambil sampah organik.

Ke depannya agar lebih lancar, ia berharap bisa menambah satu armada pengangkut lagi, sedangkan untuk sosialisasi di masyarakat karena keburu pandemi, maka sosialisasi tidak bisa dilakukan dan saat ini akan mulai dibuatkan pararem-nya. Untuk kelancaran operasional, Wayan Warka juga berharap bantuan mesin pengayak, karena selama ini masih menggunakan pengayak secara manual.


Sementara itu, Manager Fasilitas Dedi Sutrisna  ingin mengedukasi masyarakat agar mulai sadar akan lingkungan dengan motto  "sampahmu adalah tanggungjawabmu". Jadi semua masyarakat ikut bertanggung jawab dengan sampah yang dihasilkannya.

Baca juga: Warga Desa Pejeng Kangin Gianyar-Bali kumpulkan 4 ton sampah selama COVID-19
 

Ditambahkan lagi, setelah sampah dikumpulkan di tempat pengelolaan sampah akan dipilah lagi kemudian selanjutnya akan diproses menjadi kompos. Kompos itu nantinya akan diolah lagi, dicampur dengan kotoran hewan. Kebetulan Desa Taro memiliki lembu putih, kotoran lembu putih tersebut yang akan dicampurkan dengan kompos.

Karena tidak ada bahan kimia, pengolahan dari sampah hingga menjadi pupuk siap pakai, memerlukan waktu hampir 3 bulanan. Dijelaskan dari sampah yang dipilah dan diolah hanya menyisakan 20 persen residu dibawa ke TPA Temesi. Artinya 80 hingga 90 persen sampah bisa dikurangi, yang membantu mengurangi volume sampah di TPA Temesi (pembuangan sampah terakhir).

"
Kami juga tidak sembarangan pupuk, hasilnya nanti juga akan kami cek di laboratorium hayati, kita cari tahu kandungannya. Jadi bukan hanya sekedar kompos namun apa yang dibutuhkan tanaman nanti kita tambahkan unsur-unsur hayatinya," jelas Dedi Sutrisna.

 

Pewarta: Adi Lazuardi

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020