Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali lewat Dinas Kesehatan membentuk kader desa peduli AIDS untuk mencegah penularan virus tersebut yang semakin meningkat.

"Di Kabupaten Jembrana, setiap bulan ditemukan sembilan sampai sepuluh kasus baru. Total dari tahun 2006 sampai saat ini, sebanyak 1075 orang warga Jembrana yang tertular virus tersebut," kata Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha, saat melakukan pertemuan dengan perbekel serta bendesa pekraman, di Negara, Jumat.

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi kasus ini, pihaknya  melakukan langkah dengan membentuk Kader Desa Peduli AIDS di tingkat desa/kelurahan.

Baca juga: Tiga babi peternak Jembrana mati mendadak
Baca juga: Ruas jalan Kota Negara dimeriahkan perayaan Imlek

Menurutnya, penularan HIV/AIDS ibarat seperti gunung es, sehingga diprediksi masih ada penderita yang belum terdeteksi, apalagi mau dengan kesadaran sendiri memeriksakan dirinya ke Puskesmas atau rumah sakit.

"Padahal semua Puskesmas dan rumah sakit di Jembrana,  mampu mendeteksi virus tersebut. Agar penularan tidak semakin merajalela, maka kami membentuk tim penanggulangan HIV/Aids di tingkat desa/kelurahan," katanya.

Agar bisa bekerja dengan maksimal, ia mengatakan, kader desa yang dibentuk ini melibatkan perbekel/lurah termasuk para bendesa pekraman.

Terkait tugas tim, ia mengatakan, yaitu memberikan sosialisasi, termasuk memberikan penyadaran kepada warga masyarakat sekitar akan dampak dan bahaya dari penyebaran virus HIV/AIDS.

“Setiap saat kita harapkan tim ini mampu memberikan penyadaran, sekaligus sosialisasi kepada warganya betapa bahayanya virus ini. Namun demikian, kita juga harapkan warga masyarakat yang merasakan atau terindikasi tertular segera melakukan pemeriksaan ke Puskesmas atau rumah Sakit. Karena dengan kesadaran sendiri, petugas akan memberikan obat secara terus menerus, sehingga penderita bisa bertahan hidup seperti biasa, dengan harapan kualitas hidup penderita sama seperti orang yang sehat," katanya.

Pewarta: Gembong Ismadi

Editor : I Komang Suparta


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020