Kodim 1626/Bangli dan Polres Bangli bersinergi mengerahkan ratusan personel untuk siaga bencanaalam di wilayah setempat, baik dari kepolisian, TNI, BPBD Bangli, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangli.

"Secara geografis, wilayah Bangli termasuk daerah rawan terjadi bencana, setelah tanah longsor di Kintamani pada 2017 hingga menimbulkan belasan korban jiwa, Untuk itu, Bhabinkamtibmas dan Babinsa perlu siaga untuk mengantisipasinya," kata Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, di Denpasar, Minggu.

Ia mengatakan dalam upaya penanggulangan terjadinya bencana, personel kepolisian dituntut untuk mengerti situasi sebelum terjadi bencana, saat terjadi dan setelah terjadinya bencana. 

"Kami menekankan kepada para Bhabinkamtibmas serta Babinsa untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi jika terjadi bencana alam sehingga meminimalisir adanya korban terutama korban jiwa," jelasnya.

Menurutnya, belakangan ini di wilayah Bangli sering terjadi hujan dengan curah hujan ringan hingga sedang, jadi seluruh personel diharapkan siaga dalam bertindak jika terjadi bencana alam, termasuk dalam menggunakan sarana prasarana.

Baca juga: Polda Bali siaga tanggulangi bencana alam

Selain itu,  Dandim 1626/Bangli Letkol Inf. Himawan Teddy Laksono, mengatakan potensi bencana alam yang kemungkinan bisa terjadi di wilayah Bangli diantaranya letusan gunung berapi, gempa bumi, tanah longsor, banjir, angin puting beliung serta kebakaran hutan. 

“Dengan penanggulangan bencana ini kita dapat membangun sinergitas, kerjasama untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Untuk personil, dapat menjaga kesiapan fisik, mental dan peralatan sehingga siap untuk membantu masyarakat,"tegasnya.

Selain itu, Polresta Denpasar juga melakukan pemeriksaan dan persiapan terhadap personil, sarana prasarana dan dukungan logistik lainnya. 

"Bencana alam dapat terjadi kapan saja dan merugikan bagi kita semua, karena berbagai bencana alam datang tanpa disadari oleh kita, jika bencana sudah terdeteksi, tentu kita pasti akan bersiap-siap,"jelas Kapolresta Denpasar, Ruddi Setiawan.

Pihaknya mengatakan bahwa telah melakukan pemeriksaan pasukan dan alat utama sistem senjata, seperti perahu untuk patroli banjir, alat pemotong pohon dan beberapa alat lainnya agar siaga.

Pewarta: Ayu Khania Pranishita

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020