Kuta (Antara Bali) - Organisasi nonpemerintah yang tergabung dalam Women's Caucus on ASEAN akan mendorong komitmen sepuluh negara di Asia Tenggara untuk memperhatikan penerapan hak asasi manusia khususnya pada kaum perempuan.

Anggota kausus perempuan ASEAN dari LSM "Kalyanamitra" yang mewakili Indonesia, Rena Herdiyani, dalam jumpa persnya, Sabtu di Kuta mengatakan, pihaknya mendorong komiten tersebut. "Kami telah membuat naskah deklarasi atau draf yang berisi hak perempuan guna disampaikan kepada ASEAN," ucapnya.

Diakui bahwa negara-negara ASEAN saat ini sudah melakukan konvensi untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan, tetapi implementasinya masih lemah dan belum konsentrasi penuh. Hal itu di antaranya disebabkan ASEAN selama ini masih memprioritaskan masalah keamanan dan politik.

Rena mengatakan, kaukus perempuan akan terus mendorong komite perancang untuk mempertimbangkan hak asasi perempuan seperti kesetaraan dan non-diskriminasi, mendapat perlindungan hukum yang sama, mendapat hak untuk akses ke ruang publik, bebas dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi serta bentuk kekerasan lainnya.

Kaukus perempuan dari 60 organisasi perempuan tersebut menilai, ASEAN saat ini belum memperhatikan hak-hak asasi perempuan terutama isu kekerasan.(*)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011