Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Ruddi Setiawan akan tetap merilis para pelaku kejahatan narkoba dan pelaku premanisme di depan patung Padarakan Rumeksa Gardapati (PRG), Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, guna memberikan efek jera dan edukasi kepada masyarakat.

"Kebijakan Kapolresta Denpasar, akan tetap merilis pelaku narkoba (kurir dan bandar narkoba) beserta barang buktinya dan pelaku premanisme di depan patung PRG Renon, agar masyarakat juga tau kalau ini tidak boleh dicontoh," ujar Ruddi di Denpasar, Minggu.

Dengan upaya ini diharapkan para bandar narkoba dan kurir narkoba akan berpikir seribu kali untuk melakukan kejahatan serupa dan para tersangka kasus narkoba ini juga merasa malu ditampilkan di hadapan masyarakat luas.

Selain itu, masyarakat juga dapat belajar dan melihat secara langsung barang-barang terlarang atau narkoba yang jika dikonsumsi dapat merusak masa depannya. "Saat kami merilis tersangka dan barang bukti narkoba di depan patung PRG Renon beberapa waktu lalu masyarakat yang sedang hadir dalam acara 'car free day' sangat antusias," katanya.

Ia mengatakan setelah dilakukan upaya ini angka kriminalistas dalam kasus narkoba dan premanisme semakin berkurang, dimana data di kepolisian mencatat dari 60 persen kasus narkoba mengalami penurunan hingga 37 persen.

Ruddi sangat mendukung upaya Kapolda Bali dalam memberantas ini, maka pihaknya memutuskan untuk merilis para pelaku kejahatan bandar dan pemilik narkoba di depan patung PRG

"Kami tidak hanya ingin merilisnya di depan Polresta Denpasar saja, namun ingin memberikan sanksi sosial kepada para pelaku kejahatan narkoba dan premanisme di depan patun PRG ini," katanya

Terkait adanya penilaiana dari Forum Rehabilitasi NAPZA Bali beberapa waktu lalu yang sempat menilai upaya kepolisian ini kurang tepat, Kapolresta justeru meminta LSM itu juga harus berani melakukan penyuluhan kepada masyarakat, bagaimana cara mengajak masyarakat agar menjauhi narkoba.

"Saya berharap LSM ini menginformasikan kepada kami dikepolisian jika menemukan para penyalahguna narkoba, baik itu bandar, kurir dan pengguna narkoba, karena selama ini kepolisian menangkap pelaku penyalahgunaan narkoba berdasarkan informasi masyarakat. Jadi saya harap LSM tersebut juga menginformasikan kepada polisi donk," katanya.

Untuk itu, pihaknya meminta agar semua pihak ikut menjaga Pulau Bali, agar jangan sampai peredaran narkoba menjadi meningkat dan bersama-sama kepolisian membasmi penyalahgunaan narkotika ini.

"Kami akan tindak tegas para pelaku kepemilikan narkoba dengan barang bukti yang jumlahnya besar, jika saat dilakukan penangkapan melarikan diri dn melawan petugas, kami instruksikan untuk tembak ditembak ditempat. Ini bentuk ketegasan kami," katanya.

Pewarta: I Made Surya Wirantara Putra

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019