Singaraja (Antaranews Bali) - Sebanyak 100 persen penduduk di Kabupaten Buleleng, Bali, sudah menikmati listrik atau meningkat dibandingkan dengan tahun 2017 yang masih mencapai 92,84 persen.

"Itu rasio elektrifikasi atau tingkat perbandingan jumlah penduduk yang menikmati listrik dengan jumlah penduduk di suatu wilayah di Kabupaten Buleleng pada tahun ini," kata General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Nyoman Suwarjoni Astawa, di Singaraja, Buleleng, Bali, Senin.

Menurut Suwarjoni, secara fakta dapat dikatakan seluruh rumah di Kabupaten Buleleng sudah teraliri listrik. Ada yang teraliri listrik sebagai pelanggan PLN langsung maupun masih menumpang di tetangga atau orang tuanya.

"Bagi listrik yang masih menumpang di tetangga atau di orang tua, kedepan disarankan menjadi pelanggan PLN. Dalam waktu lima hari listrik sudah menyala," kata Suwarjoni.

Ia menambahkan survei yang dilakukan PLN mencatat hanya 113 rumah yang belum dialiri listrik. Dari 113 rumah tersebut, 14 rumah memakai listrik dengan tenaga solar cell atau panel surya, karena kondisi alam.

"Itu karena jaringan yang tidak mungkin dipindah atau ditarik lagi ke daerah tersebut yang berada jauh seperti di puncak-puncak gunung atau jauh dari akses jalan. Kedepan, ketika akses jalannya sudah semakin baik, kami akan tarik jaringan ke daerah-daerah tersebut," katanya.

Sementara itu, Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan Setda Buleleng, Made Arya Sukerta, mengapresiasi PLN karena seluruh masyarakat Buleleng sudah teraliri listrik di rumah mereka.

"Kami mengharapkan kepada PLN ke depan untuk menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk penyediaan air bersih. Jadi, bukan hanya bedah rumah, tapi juga air bersih," katanya.

Sebelumnya, GM PLN UID Bali, Nyoman Suwarjoni Astawa, melakukan pencanangan rasio elektrifikasi 100 persen di Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, 25 Oktober lalu. (ed)

Pewarta: Made Adnyana

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018