Denpasar (Antaranews Bali) - Kedua pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Bali sama-sama mengajak tim pemenangan dan jajaran partai politik pendukung agar melaksanakan kampanye Pilkada 2018 dengan santun dan bermartabat.

"Kami sangat mengharapkan semua pihak, khususnya tim kampanye dan jajaran partai, agar melaksanakan kampanye secara simpatik, santun, bermartabat, berbudaya, dengan menawarkan berbagai gagasan membangun Bali ke depan," kata Calon Gubernur Bali yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, di Denpasar, Senin.

Menurut dia, dengan mengedepankan kesantunan, maka Pilkada Bali 2018 diharapkan dapat memberikan pencerdasan kepada masyarakat tentang politik dan budaya politik.

"Kami berharap agar tidak ada pihak manapun yang terpancing, memancing, memprovokasi yang dapat menyebabkan kekeruhan suasana di masyarakat," ucap Koster setelah mengikuti rapat pleno penetapan pasangan calon peserta Pilkada Bali 2018.

Oleh karena itu, Koster pun mengimbau agar tim pemenangan dan parpol pendukungnya dalam melaksanakan kegiatan kampanye sepenuhnya dapat mengikuti dan mematuhi aturan yang dikeluarkan KPU maupun Bawaslu Bali.

"Agar tahapan dan proses kampanye di Bali ini dalam pilkada serentak betul-betul bisa dijalankan dengan baik, aman, nyaman, damai, demi kepentingan masyarakat Bali," ujarnya.

Ia berharap agar dalam pengundian nomor urut pada Selasa (13/2) bisa memperoleh nomor sesuai dengan jargonnya `Salam Satu Jalur`.

Hal senada disampaikan Calon Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang berpasangan dengan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra sebagai calon gubernur.

Sudikerta yang juga Ketua DPD Partai Golkar Bali tersebut mengajak partai pendukungnya dan masyarakat untuk mengedepankan etika, kesantunan, dan bermartabat dalam tahapan kampanye yang dimulai pada 15 Februari mendatang hingga 23 Juni 2018 . "Tentu kami juga akan menyampaikan program-program yang pro-rakyat dan yang memang diminati oleh masyarakat," ucap calon petahana itu.

Oleh karena akan memasuki masa kampanye, Sudikerta mengatakan akan mengambil cuti dari jabatannya saat ini sebagai Wakil Gubernur Bali mulai 13 Februari hingga 27 Juni mendatang.

Dalam rapat pleno penetapan tersebut, pasangannya yang merupakan Calon Gubernur Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra tak turut menghadiri karena masih menjalankan urusan kedinasan sebagai Wali Kota Denpasar terkait kunjungan Menteri PAN ke Kota Denpasar.

"Ada tugas dinas yang harus Beliau (Rai Mantra-red) laksanakan mendampingi Menteri, karena belum cuti, beliau laksanakan itu dan meminta saya untuk menghadiri ini," ujar Sudikerta. (WDY)

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018