Negara, (Antaranews Bali) - Kebun Raya Jagatnatha di Kota Negara, Kabupaten Jembrana hampir rampung dan ditargekan akhir tahun ini bisa dibuka untuk umum.
    
Tahap akhir pembangunan kebun raya tersebut terungkap saat Bupati Jembrana I Putu Artha menerima kunjungan Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Didik Widyatmoko dan Kepala Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bayu Adjie, Jumat.
    
"Ada tiga proyek besar berkaitan dengan pariwisata yang akan dibuka tahun ini yaitu Kebun Raya Jagatnatha, Wisata Ekologi Teluk Gilimanuk dan Anjungan Cerdas Jalan Nasional," kata Artha.
    
Ia berharap, tiga objek wisata fenomenal itu bisa menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Jembrana, yang selama ini khusus untuk wisatawan domestik hanya melintas saja di kabupaten ini dari Jawa.
    
Dengan adanya sejumlah objek wisata yang lokasinya di pinggir jalan raya Denpasar-Gilimanuk, menurutnya, wisatawan domestik dengan tujuan Denpasar dan sekitarnya bisa mampir, baik waktu berangkat maupun pulang.
    
Meskipun nantinya sudah selesai, ia tetap minta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia tetap mendampingi Pemkab Jembrana dalam mengelola kebun raya.
    
"Kami mohon tetap didampingi, selain kami menyiapkan sumberdaya manusia untuk mengikuti pelatihan maupun pendidikan berkaitan dengan kebun raya," katanya.
    
Ia mengatakan, lima fungsi Kebun Raya Jagatnatha yaitu sebagai konservasi, penelitian, pendidikan, rekreasi dan ekonomi harus terus dijaga dengan cara memiliki sumberdaya manusia di bidang tersebut.
    
Sementara Didik mengatakan, kebun raya di Kabupaten Jembrana ini unik dibandingkan yang lain, yang bisa dilihat dari ornamen dengan menampilkan detail karya seni Bali.
    
Menurutnya, lokasi Kebun Raya Jagatnatha yang di tengah kota sama dengan Kebun Raya Bogor, sehingga dari segi pengelolaan dan pemeliharaan tidak akan jauh berbeda.
    
Ia juga menekankan, sampai kapanpun kebun raya harus dijaga dengan tidak boleh beralihfungsi, dan pihaknya siap mengawal dan mendampinginnya.
    
"Kebun raya harus tetap menjadi kebun raya selamanya, jangan dikonversi untuk apapun. Kebun raya ini tidak hanya akan menjadi kebanggaan Jembrana tapi juga Bali dan Indonesia," katanya.
    
Pembangunan Kebun Raya Jagatnatha dilakukan dalam tiga tahap dengan anggaran Rp30 miliar dengan bantuan dari APBN.
    
Materi tumbuhan di kebun raya ini mengusung konsep tematik yaitu khusus tanaman usada (pengobatan) dan upakara (tanaman untuk keperluan persembahyangan).
    
Lokasi kebun raya tepat berada di sisi timur kompleks perkantoran Pemkab Jembrana, atau di Jalan Panglima Besar Jenderal Sudirman yang merupakan jalur utama Denpasar-Gilimanuk. (GBI)

Pewarta: Gembong Ismadi

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018