Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mendorong seluruh komponen masyarakat di daerah itu untuk berperan optimal mengawasi lembaga penyiaran.

"Saya yakin masyarakat Bali semakin cerdas dan kritis. Kecerdasan dan kekritisan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemerintah, tetapi seharusnya juga kepada media," kata Pastika saat memberikan sambutan pada Pelantikan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali periode 2017-2020, di Denpasar, Sabtu.

Orang nomor satu di Bali itu juga menyoroti maraknya penyebaran berita bohong atau hoax.

Menurut dia, penyebaran hoax tidak hanya melalui media sosial tetapi sudah merambah media penyiaran dan menjadi tantangan besar bagi KPID.

"Kami mengajak KPID Bali dan pengelola media penyiaran untuk memerangi hoax yang meracuni masyarakat, bahkan memecah belah keutuhan bangsa dan negara," ujarnya.

Sementara itu, anggota KPI Pusat Bidang Kelembagaan Ubaidillah berharap penggabungan sekretariat KPID ke Dinas Kominfo tidak memengaruhi kinerja KPID termasuk di Bali. KPID Bali merupakan KPID yang menjadi percontohan bagi daerah lain.

"Diantaranya karena kelengkapan sarana prasarana yang mendukung dan memadai. Kami berharap hal ini bisa terus dipertahankan," ujarnya.

Anggota KPID Bali periode 2017-2020 yang dilantik adalah I Made Sunarsa, Ni Wayan Yudiartini, Ni Putu Mirayanthi Utami, I Wayan Sudiarsa, I Nyoman Karta Widnyana, I Gusti Ngurah Murthana, dan Anak Agung Gede Rai Sahadewa.

Acara pelantikan dihadiri pula oleh Ketua Majelis Utama Desa Pakraman Bali, perwakilan KPI Pusat, perwakilan DPRD Bali, perwakilan Bupati/Wali Kota se-Bali, jajaran Organisasi Perangkat Daerah Pemprov Bali, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Bali, dan perwakilan lembaga penyiaran se-Bali. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017