Denpasar (Antara Bali) - Seorang bule, Tina Rasmussen (37), wanita berkebangsaan Denmark yang mencoba menyelundupkan narkoba jenis hasish yang tersimpan dalam perutnya, ditangkap pihak Polda Bali dalam suatu penyergapan.

"Petugas yang mendapat informasi, berhasil menangkap Tina yang baru turun dari pesawat dan keluar dari pintu kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai Bali pada Kamis (3/3) lalu sekitar pukul 15.30 Wita," kata Direktur Narkoba Polda Bali Kombes Pol Mulyadi, di Denpasar, Senin.

Didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar, Kombes Mulyadi menyebutkan, selain menangkap Rasmussen, pihaknya juga menangkan CL (38), pria asal Prancis yang diduga kenal dekat dengan bule wanita asal Denmark itu.

Dari Rasmussen petugas menyita sebanyak 23 kapsul berisi narkoba jenis hasish seberat 218,23 gram, yang sebelumnya tersimpan dalam perut saat dia berhasil lolos keluar dari pintu Bandara Ngurai Rai, ucapnya.

Dirnarkoba menjelaskan, yang pertama kali berhasil ditangkap ialah Rasmussen, kemudian baru menyusul diringkus CL yang diduga teman dekat dari wanita si penyelundup barang terlarang itu.

Menurut Mulyadi, penangkapan atas Rasmussen merupakan hasil koordinasi Polda Bali dengan petugas interpol yang menginformasikan adanya wanita bule berangkan dari India dan singgah di Thailand yang diduga kuat membawa narkoba menuju Bali.

Dari informasi itu, petugas yang melakukan pencegatan di halaman parkir Bandara Ngurah Rai langsung melakukan penyergapan dan penangkapan terhadap wanita yang memiliki ciri-ciri tubuh seperti yang disampaikan oleh pihak interpol tersebut.

"Dari barang yang dia bawa, kami tidak menemukan narkoba. Namun petugas yang menaruh curiga, akhirnya membawa yang bersangkutan untuk menjalani pemeriksaan dengan perangkat deteksi khusus atau rontgen ke Rumah Sakit BIMC Kuta," ucapnya.

Ternyata benar, lanjut dirnarkoba, perangkat di rumah sakit tersebut berhasil "membaca" bahwa di dalam rongga badan di bagian perut Rasmussen terdapat sejumlah benda anek berbentuk kapsus.

Mengetahui itu, petugas kemudian menggiring tersangka ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bali untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata ada dugaan kuat bahwa kapsul yang berada dalam perut Rasmussen berisi serbuk narkoba.

Untuk lebih memastikannya, petugas medis setempat memberi obat pelarut untuk mengeluarkan kapsul-kapsul tersebut lewat anus tersangka.

"Akhirnya, sejak Kamis sekitar pukul 17.25 sampai Senin (7/3) siang, dari lubang anus tersangka berhasil dikeluarkan 23 butir kapsul plastik yang didamnya berisi serbuk hasish dengan total berat  218,23 gram," ungkap Dirnarkoba Mulyadi.

Kabid Humas Kombes Sugianyar menambahkan, penangkapan berikutnya dilakukan petugas terhadap tersangka CL di tempat tinggalnya di jalan Batu Mejan No.46 B, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

"Anggota yang melakukan penggeledahan di rumah tersangka, menemukan satu lempeng hasis berwarna coklat seberat 2,01 gram . Barang haram itu ditemukan di bawah kasur dan bagian lantai kamar tersangka," ucapnya.

Mantan Kapolresta Balikpapan itu menyebutkan, pria asal Prancis itu mengaku datang ke Bali menggunakan pesawat Thai Airways.  ?Sebelum ke Bali, dia yang berangkat dari Bombay India, sebelumnya sempat singgah di Thailand," katanya.

Menurut dia, pihaknya sejauh ini belum menemukan petunjuk kuat bahwa CL dengan Rasmussen berada dalam satu jaringan pengedar narkoba internasional. 

"Belum, kami belum menemukan itu. Masih dalam penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Namun demikian, Kabid Humas membenarkan kalau CL dengan Rasmussen selama ini memiliki hubungan yang cukup dekat, atau setidaknya antarmereka saling mengenal.

"Kami masih melakukan penyelidikan tentang siapa orang di balik aksi penyelundupan narkoba ke Pulau Dewata dengan modus menelan barang terlarang yang berada dalam bungkus kapsul itu," katanya.

Untuk pengusutan lebih lanjut, kedua bule berlainan negara itu kini ditahan pihak Ditnarkoba Polda Bali.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026