Pesawat dengan kode penerbangan MZ 711 yang terlalu lama saat transit di Makassar itu, sejak mendarat di Bandara Ngurah Rai di Tuban, Kabupaten Badung, sebagian besar penumpangnya memlih tetap berada di dalam pesawat hingga Sabtu pagi, menunggu diterbangkan kembali pukul 07.10.
"Karena sempat tidak ada kepastian jadwal terbang, kami memilih tetap berada di dalam pesawat. Padahal sekitar pukul 04.00 kru penerbangan turun dan mesin pesawat dimatikan. Kami menunggu tanpa pendingin ruangan," kata Frans Ittar, salah seorang penumpang yang sudah sampai di Surabaya sekitar satu jam kemudian.
Hal itu juga diakui oleh Ny Hasni dan Ny Eva, penumpang lainnya yang memilih istirahat sejenak di Grand Villas Kuta. "Kami ibu-ibu dan anak-anak diantar ke hotel yang disediakan pihak Merpati. Bapak-bapaknya tetap bertahan, menyandera pesawat," ujar Ny Hasni saat dihubungi setelah sampai di Surabaya.
Deputy Manager Merpati Nusantara Airlines (MNA) Bandara Ngurah Rai, Rusdi, ketika dihubungi membenarkan sebagian penumpang, yakni kalangan bapak-bapak, sepanjang dini hari hingga Sabtu pagi itu memilih bertahan di dalam pesawat, walaupun tanpa pendingin ruangan.
"Ya ini pengalaman bagi kami. Karena terlalu lama mengalami penundaan terbang saat transit di Makassar, akhirnya tidak bisa lagi terbang langsung ke Juanda. Kami mendapat pemberitahuan bahwa pesawat akan transit di Ngurah Rai sudah pukul 01.15 Wita. Hal itu terjadi karena Bandara Juanda ditutup sejak pukul 24.00 WIB," kataya.
Dalam pemberitahuan itu, menurut Rusdi, disampaikan bahwa Bandara Juanda ditutup tepat tengah malam guna melanjutkan pekerjaan perbaikan landasan pacu. "Pemberitahuannya tiba-tiba. Kami harus menangani penumpang yang sudah kelelahan," ucapnya.
Namun dia tidak bisa menjelaskan lebih lanjut kenapa sampai terjadi pemberitahuan penutupan Bandara Juanda secara mendadak.
"Kami juga tidak mengetahui, kenapa kedatangan di Makassar terlambat dan mengalami penundaan terbang cukup lama, sehingga sudah tidak keburu lagi untuk terbang langsung ke Juanda," tambahnya.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.