"Sampai saat ini apa yang kita rencanakan dan targetkan sesuai rencana, karena ada beberapa cabang olahraga sudah ada yang memenuhi targetnya seperi judo," kata Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi saat di temui di Bandung, Senin.
Hingga Pukul 17.00 WIB, kata dia, Bali baru mengemas dua medali emas, lima perak, dan enam perunggu. Kedua medali emas didapat dari cabang olahraga judo.
Kemudian, empat medali perak masing-masing diraih cabang olahraga judo (empat medali), renang (satu medali). Selanjutnya, enam medali perunggu masing-masing didapat cabang olahraga judo (lima), karate (satu).
Untuk cabang olahraga karate, pihaknya memang menargetkan untuk meraih satu medali emas sehingga menambah koleksi perolehan medali untuk Pulau Dewata.
"Mudah-mudah dengam kerja keras pelatih dan para atlet karate ini, dapat memberikan angin segar untuk perolehan medali Bali," katanya.
Ia juga menginstruksikan kepada cabang olahraga yang belum bertanding, agar untuk berjuang meraih medali dalam ajang PON 2016 ini, perlu perjuangan keras, berjuang habis-habisan dengan semangat "puputan" sehingga dapat tercapai sesuai harapan.
Pihaknya juga menegaskan, akan mengevaluasi secara berkala kesalahan dan kekurangan KONI dalam pembinaan atlet untuk pencapaian target tersebut.
"Saat ini kita mencatat, ada dua cabang olahraga yang sudah selesain mengikuti kejuaraan, seperti renang dan judo," katanya.
Untuk cabang olahraga judo, pihanya memang menargetkan perolehan dua medali emas, dan target itu sudah terealisasi.
Sedangkan, di cabang olahraga renang, lanjut dia, pihaknya tidak menargetkan perolehan medali, karena sudah mengetahui peta kekuatan lawan.
Selain itu, ia juga menargetkan dicabang olahraga angkat berat untuk menambah koleksi perolehan medali emas untuk Bali.
"Cabang olahraga angkat berat belum bertanding hari ini, namun hari ini bali akan bertanding dicabang binaraganya," ujar Suwandi. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Made Surya: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.