Denpasar (Antara Bali) - Sebanyak 10 tim berlaga di seri IV "National Baskeball League" (NBL) yang berlangsung di GOR Merpati, Denpasar, mulai 7 hingga 16 Januari 2011. 

"Bali dipilih sebagai salah satu kota untuk seri IV NBL, selain merupakan ikon Indonesia juga karena bola basket cukup banyak penggemarnya," kata Komisioner NBL Azrul Ananda saat jumpa pers di Denpasar, Jumat.

Pihaknya mengaku memiliki pengalaman menyelenggarakan "Development Basketball League" (DBL), liga basket pelajar terbesar di Bali yang mendapat respons luar biasa.

Terlebih tempat penyelenggaran di GOR Merpati telah memenuhi semua persyaratan untuk lomba bola basket bergengsi di tanah air itu, sesuai standar dunia.

Azrul menambahkan, liga bola basket tertinggi di tanah air itu telah memasuki babak akhir musim reguler yang diikuti 10 tim tangguh dan nantinya akan dipilih delapan tim yang akan bertanding di kick off pada seri V di Surbaya.

Tidak hanya itu, kata Azrul, Bali telah melahirkan banyak pemain bola basket hebat dan profesional yang sekarang berkiprah di NBL Indonesia.
 
Salah satu pemain asal Bali yang aka tampil memperkuat klub Pelita Jaya Esia Jakarta adalah Ponsianus Nyoman Indrawan alias Komink.

Rencaanya pada pembukaan, Sabtu (8/1), akan dipertandingan tim Pelita Jaya Esia Jakarta melawan Garuda Fleksi Bandung.

Sementara itu, menjelang pertandingan, tim Pelita Jaya mengaku masih dihantui perasaan grogi sebelum bertanding.

Sejak kekalahan terakhir atas Garuda Fleksi pada seri III di Solo, telah menjadi bahan evaluasi menyeluruh atas penampilan tim yang diperkuat pemain asal Bali Nyoman Indrawana alias Komink.

"Kekalahan kami di Solo tak lepas dari faktor keberuntungan, namun harus diakui para pemain kami agak nervous," kata pelatih Pelita Jaya Esia Rastafari Horongbala.

Dia menambahkan, dengan posisi yang diraihnya dalam tiga seri sebelumnya di beberapa kota membuat Pelita Jaya yang merasa di atas tak luput dari perasaan grogi. "Ya biasalah, semakin di atas nervous kita semakin kuat," ujarnya.

"Kami tidak mau mematok harus juara, yang penting kita maintenance program tidak berkurang atau bertambah," katanya.

Hal tak jauh beda disampaikan Kapten Garuda Fleksi Bandung, Denny Sumargo yang menyatakan kesiapan timnya bertanding melawan Pelita Jaya. "Kami akan lebih bangun tugas dan tanggung jawab individu pemain," kata Denny.

Menurut dia, timnya tidak mau berfikir bahwa semua seri harus menang, melainkan bagaimana bisa tampil maksimal hingga saat play-off seri V di Surabaya.

"Tim kita tetap belajar dari setiap pertandigan "game by game", dengan  harapan hasil akhirnya bisa maksimal," ujarnya.(*)




Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026