"Jalur tersebut sudah banyak menelan korban jiwa. Banyak yang meninggal dunia karena tidak dapat mengendalikan kendaraan yang dikemudikan," kata Kepala Satuan Lalulintas Polres Buleleng, Ajun Komisaris Polisi I Gede Sumadra Khertiawan di Kota Singaraja, Jumat.
Ia mengatakan, selain karena jalan berliku penuh tikungan tajam, pada musim penghujan juga cukup membahayakan karena jalan licin. "Ditambah lagi dengan ruas jalan yang tidak terlalu besar mengakibatkan sering terjadi kemacetan," paparnya.
Menurut dia, polisi sudah melakukan antisipasi dengan menempatkan imbauan jalan di beberapa titik yang dianggap rawan. Hal tersebut untuk memberikan peringatakan kepada kalangan pengendara jalan.
"Kami sudah pasang beberapa banner peringatakan berbahaya. Peringatan diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan para pengendara yang melewati jalur itu," tambahnya.
Sementara itu, Sumadra juga memaparkan, berdasarkan rangkaian data operasi ramadniya. Sedikitnya tercatat 15 kasus lakalantas yang terjadi di wilayah Polres Buleleng.
Dari data itu, kata dia, satu orang meninggal dunia di lingkungan Lumbanan Kecamatan Sukasada. Peristiwa dialami Komang Pariana (25) warga Dusun Dasong Desa Pancasari Kecamatan Sukasada beberapa waktu silam.
"Korban meninggal dunia ada satu orang. Dalam operasi ramadniya, 14 orang di wilayah berbeda ada yang mengalami luka berat maupun luka ringan," tambahnya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Made Bagus Andi PurnomoEditor : I Made Andi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.