"Saat ini kami sedang berkonsentrasi untuk menyukseskannya. Selain melalukan sosialisasi, KPUD setempat juga sedang menjaring bakal calon kepala daerah yang mendaftar," kata Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi saat berorasi di PB3AS itu, di Denpasar, Minggu.
Pilkada di kabupaten paling utara Pulau Bali tersebut akan dilaksanakan pada 15 Februari 2017, bersamaan dengan sejumlah kabupaten/kota dan provinsi di Tanah Air.
Raka Sandi berharap proses Pilkada Buleleng akan lancar karena akan sebagai mata rantai suksesnya pemilihan umum berikutnya.
Menurut dia, setelah pilkada Buleleng, Bali akan menyelenggarakan pilkada serentak untuk memilih Gubernur dan Bupati Gianyar dan Klungkung pada Juni 2018, serta dilanjutkan dengan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden di tahun 2019.
"Jadi saya harapkan masyarakat dan para pemangku kepentingan terkait bisa menjaga kondusivitas demi lancarnya agenda pemilu di Bali," ucap Raka Sandi.
Terkait dengan Pilkada Buleleng, tidak banyak berubah untuk syarat pendaftaran, seperti bakal calon harus diusung oleh parpol atau gabungan parpol yang punya setidaknya 20 persen kursi di DPRD, sedangkan bagi calon perseorangan harus mengumpulkan dukungan setidaknya 7,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap.
Sementara bagi bakal calon yang datang dari unsur PNS/TNI/Polri harus mengundurkan diri sejak diterapkan sebagi calon kepala daerah.
Di sisi lain, dalam ajang PB3AS yang rutin diselenggarakan setiap hari Minggu itu, tampak berorasi Direktur Utama PT Jamkrida Bali Mandara Ketut Widiana Karya.
Dalam kesempatan itu, Widiana Karya menyosialisasikan tentang perusahaan milik Pemprov Bali itu yang bertujuan untuk menjamin permodalan bagi masyarakat atau UMKM yang terkendala jaminan.
Dia juga menyatakan jika pergerakan penjaminan modal PT Jamkrida sangat cepat. Pihaknya tidak hanya akan memberikan penjaminan modal, tetapi juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan sebagainya untuk memberikan pendampingan bagi koperasi dan UMKM di Bali.
"Jadi nanti kami siap koordinasi dengan instansi terkait dan siap memberikan pembinaan terkait modal untuk usaha mikro, kecil dan menengah," ujar Widiana Karya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.