Denpasar (Antara Bali) - Pengusaha Bali membeli kapal wisata dari Korea Selatan senilai 18 juta dolar AS, menambah perkembangan kinerja impor triwulan I-2016 sebesar 34,68 persen (yoy), lebih tinggi dari triwulan IV-2015 yang hanya 12,49 persen (yoy).

"Seiring dengan peningkatan nilai impor, maka volume barang pada periode yang sama menunjukkan perbaikan dari sebesar -72,5 persen (yoy) tumbuh menjadi -41,88 persen (yoy)," kata Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia, Dewi Seryowari di Denpasar Minggu.

Dalam Laporan Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Bali menjelaskan, peningkatan kinerja volume dan nilai impor terjadi di seluruh kelompok barang impor baik untuk jenis "capital goods", "consumption goods", maupun "raw material".

Derasnya pembangunan ekonomi di daerah ini, maka nilai impor selama triwulan I-2016 secara keseluruhan tercatat 49,4 juta dolar AS meningkat hingga 43,50 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama 2015 hanya bernilai 34,4 juta dolar.

Nilai impor tersebut terbesar dari Korea Selatan bernilai 18,7juta dolar, selama Januari-Maret 2916 menyusul pembelian darang dari Tiongkok seharga 5,8 juta dolar AS dan diurutan ketiga pembelian barang dari Thailand seharga 5,7 juta dolar.

Peningkatan nilai impor terbesar terjadi pada kelompok jenis capital goods (dengan share sebesar 48 persen) dan tumbuh sebesar 441,12 persen (yoy) di triwulan I-2016, lebih tinggi bila dibandingkan pertumbuhanpada triwulan IV-2015 sebsar -85,67 persen (yoy).

Dewi Setyowati menambahkan, peningkatan nilai impor tersebut, didorong oleh adanya peningkatan nilai impor kapal yang mencapai nilai USD 18 juta pada periode triwulan I-2016, yang berasal dari Korea Selatan untuk kepentingan sektor pariwisata.

Sejalan dengan kondisi tersebut, impor nilai "raw material" (dengan share sebesar 28 persen), turut mengalami perbaikan dari sebesar -73,72 persen (yoy) pada triulan IV-2015 menjadi sebesar -35,28 persen (yoy) di triwulan I-2016.

Sementara itu, perbaikan nilai impor "capital goods" dan "raw materials" tersebut juga sejalan dengan peningkatan ekspektasi pelaku usaha terhadap prospek perkembangan ekonomi yang diperkirakan akan tumbuh lebih baik, maka pelaku usaha menambah investasi dan bahan persediaan.

Keyakinan dari pengusaha itu dengan peningkatan konsumsi pada periode triwulan berjalan yang didorong oleh peningkatan kunjungan wisman dan wisnus serta adanya faktor musiman berupa perayaan hari keagamaan pada awal 2016. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026