Kepala Biro Humas Pemprov Bali I Dewa Gede Mahendra Putra di Denpasar, Kamis, mengatakan bahwa baru-baru ini pihak National Critical Care and Trauma Response Centre (NCCTRC) yang berkedudukan di Darwin, Australia, secara khusus mengundang Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk melakukan lawatan ke Negeri Kangguru itu.
"Kunjungan tersebut dibiayai penuh oleh pihak NCCTRC," ucap mantan Penjabat Bupati Bangli itu.
Selain Pastika, turut pula Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI I Made Sumantra, Plt. Dirut RSUP Sanglah I Nengah Kuning Atmajaya, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Dewa Made Indra.
Dewa Mahendra mengemukakan sejumlah agenda dalam kunjungan ke salah satu negara bagian Australia tersebut. Dalam kunjungan selama 2 hari, 17 hingga 18 Mei 2016, rombongan Gubernur Pastika menerima paparan langsung dari sejumlah pejabat terkait dengan penanganan pascakrisis dan trauma.
Bahkan, rombongan dari Bali berkesempatan menerima paparan langsung dari Menteri Kesehatan Australia John Elferink MLA dan Professor Len Notaras, CEO Kementerian Kesehatan setempat.
Ia menambahkan bahwa rombongan Gubernur yang didampingi staf Konjen Australia untuk Bali mengunjungi Northern Teritory Police Fire and Emergency Service, Royal Darwin Hospital, dan Australia Defence Force Operation.
Selain itu, Pastika juga bertemu Kepala Kepolisian dan Pelayanan Emergency, ketua parlemen, dan Gubernur Northern Territory.
Secara umum, kunjungan tersebut bertujuan meningkatkan kerja sama penanganan krisis dan trauma pascabencana, baik itu bencana alam maupun terorisme, termasuk di dalamnya kerja sama pengembangan rumah sakit, khususnya RS Bali Mandara yang tengah dibangun Pemprov Bali.
Selain bidang penanganan krisis dan trauma, kata Dewa Mahendra, rombongan Gubernur juga sempat mengunjungi Charles Darwin University guna menjajaki peningkatan kerja sama di bidang pendidikan.
Pastika berharap pihak universitas memberi kesempatan lulusan SMAN Bali Mandara untuk melanjutkan kuliah di lembaga pendidikan tersebut.
Yang menarik, menurut Dewa Mahendra, di sela-sela kunjungannya ke Australia, Gubernur Pastika sempat bertemu empat mata dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull.
Mengutip keterangan Gubernur Pastika, dalam pertemuan itu mereka diskusi tentang situasi dan kondisi nasional maupun bilateral yang berkembang saat ini.
Kesempatan itu juga dimanfaatkan Pastika untuk mendorong peningkatan kerja sama antara Bali dan Australia.
Pastika berharap Bali dapat memetik banyak manfaat dari kunjungan selama 2 hari ke Australia, khususnya dalam penguatan sistem keamanan dan penanganan pascakrisis.
NCCTRC merupakan sebuah lembaga yang khusus menangani trauma pascakrisis. Lembaga ini telah menjalin kerja sama dengan Bali sejak kejadian bom tahun 2002.
Selain membangun unit luka bakar di RSUP Sanglah, lembaga ini juga aktif memberi pelatihan bagi para tenaga medis RSUP Sanglah. Selain itu, NCCTRC dan BPBD Bali telah beberapa kali terlibat dalam pelatihan bersama penanganan kegawatdaruratan. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.