Negara (Antara Bali) - Jalan di Dusun Anyar Kaja, Desa Penyaringan, Kabupaten Jembrana tertutup tanah longsor, dari tebing setinggi 10 meter yang mengapit jalan tersebut.

"Tebing ini longsor Minggu malam. Jalan ini menghubungkan Dusun Anyar Kaja dengan Dusun Petapan Kaja, Kelurahan Tegalcangkring," kata Kepala Desa atau Perbekel Penyaringan Made Destra, di sela-sela pembersihan jalan tersebut, Senin.

Untuk membersihkan longsoran tanah tersebut, warga melakukan gotong royong, namun hingga setengah hari baru mampu membuka separuh badan jalan, sehingga pihak desa minta bantuan ke Dinas Pekerjaan Umum untuk mendatangkan alat berat.

Destra mengatakan, tanah longsor ini pertama kali diketahui oleh warga setempat yang melintas dan terjatuh karena menabrak timbunan tanah.

Ia menduga, tebing tersebut longsor karena tekstur tanahnya yang retak, sehingga labil saat diguyur hujan.

"Akibat longsor ini, warga terpaksa menempuh jalur yang lebih panjang untuk ke Dusun Petapan Kaja. Mudah-mudahan hari ini, seluruh bongkahan tanah bisa dibersihkan," ujarnya.

Setelah longsor di jalur ini, ia masih khawatir dengan jalan lainnya yang berada di atas tebing, yang merupakan jalur menuju ke Pura Puncak Sari, karena beberapa bagian tanahnya terlihat retak.(GBI)

Pewarta: Pewarta: Gembong Ismadi
: Gembong Ismadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026