Denpasar (Antara Bali) - Direktorat Jenderal Peternakan pada Kementerian Pertanian mengucurkan dana Rp7,83 miliar untuk program pengembangan bibit sapi Bali dalam 2010.

"Dana tersebut dikucurkan kepada 18 kelompok ternak sapi, masing-masing kebagian sebesar Rp435 juta," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Putu Sumantra di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan, masing-masing kelompok mengarahkan dana tersebut untuk membuat kandang dan pengadaan sapi betina untuk dikembangkan sebagai usaha pembibitan.

"Pengadaan sapi oleh kelompok seluruhnya jenis betina, dengan harapan dapat berkembang biak, sebagai upaya menyediakan bibit sapi dalam mendukung pengembangan ternak sapi yang dilakukan secara lebih intensif," ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai upaya dilakukan untuk mendorong dan mempercepat meningkatkan populasi sapi di daerah ini, mengingat jenis matadagangan tersebut mempunyai prospek yang sangat cerah, terutama sebagai untuk antarpulau, maupun memenuhi konsumsi masyarakat setempat dan wisatawan dalam menikmati liburan di Bali.

Upaya tersebut antara lain memberikan bantuan seribu ekor sapi betina kepada 40 kelompok pengembangan pertanian terintegrasi (Simantri), masing-masing 20 ekor.

Selain itu pihaknya menyediakan kredit tanpa anggunan (KTA) sebesar Rp10 miliar dalam tiga tahun terakhir yang kini sudah terealisasi Rp7,1 miliar.

Selain itu Kantor Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali menyediakan kredit usaha pembibitan sapi (KUPS) sebesar Rp60 miliar untuk 2010 yang bisa direalisasi hingga tahun 2011.

KUPS tersebut mendapat subsidi bunga dari pemerintah pusat sebesar tujuh persen per tahun dan nasabah hanya membayar bunga lima persen per tahun, diarahkan khusus untuk usaha pengembangan pembibitan ternak sapi Bal.

Kredit dengan bunga bersubsidi itu masih dalam tahap sosialisasi, namun sejumlah perusahaan, koperasi dan kelompok ternak di Kabupaten Bangli sudah mengajukan permohonan sebesar Rp4 miliar.

"Adanya kemudahan dalam bidang permodalan diharapkan kelompok-kelompok ternak di Bali memanfaatkan kesempatan itu untuk mengembangkan usaha pembibitan ternak sapi Bali maupun penggemukan dan ternak sapi potong," ujarnya.

Melalui berbagai upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan populasi sapi Bali dalam jumlah yang besar setiap tahunnya, mengingat permintaan sapi potong dengan berat lebih dari 350 kg per ekor sangat tinggi.

Bahkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika menambah jatah perdagangan sapi antarpula 2010 dari 62.000 ekor menjadi 72.000 ekor untuk memenuhi konsumsi daging masyarakat Ibu Kota Jakarta.

Populasi sapi di Bali kini tercatat 675.419 ekor dalam lima tahun terakhir meningkat rata-rata 3,41 persen setiap tahunnya, ujar Putu Sumantra.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026