Amlapura (Antara Bali) - Bupati Karangasem I Wayan Geredeg meminta pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mampu menjadi pionir dalam memperjuangkan nasib petani yang selalu menjadi korban pasar dan tidak justru ikut-ikutan menindas mereka.

Geredeg di Amlapura, Selasa mengatakan, HKTI diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pelaku agribisnis dan mampu mengadvokasi serta meningkatkan fungsi kelembagaan ekonomi petani serta menjadi mitra lembaga keuangan dalam rangka akses permodalan.

"Untuk mewujudkan hal itu, hendaknya kepengurusan baru organisasi HKTI nantinya tidak hanya menjadi simbol belaka, namun harus proaktif dan senantiasa menjunjung citra pembebasan petani dari kemiskinan. HKTI harus mampu menawarkan gagasan cerdas tentang penerapan revitalisasi pembangunnan pertanaian," katanya terkait Muscab HKTI Karangasem.

Ia mengatakan, cara pandang yang dikembangkan terhadap revitalisasi pembangunan pertanian tetap harus berpijak pada semangat perjuangan untuk melakukan pembelaan terhadap hak-hak petani.

Menurut dia, beragam persoalan yang menimpa kehidupan petani selama ini, sudah sepatutnya dijadikan isu strategis dalam menatap pembangunan pertanian di masa mendatang dan dijadikan dialog publik.

Keinginan untuk secepatya memunculkan kesejahteraan kehidupan petani, katanya, harus pula menjadi bagian dari kegiatan HKTI dalam mengampanyekan program-program kerjanya, sekaligus mampu menjadikan petani sebagai subyek dalam proses pembangunan bangsa dan tidak saatnya lagi dijadikan obyek pembangunan. 

Ia mengatakan, kiprah HKTI harus lebih mengedepankan kekuatan moral di atas kekuatan pribadi ataupun kekuatan bisnis.

"HKTI harus tampil sebagai profesi yang memperjuangkan hak-hak petani yang harus cukup efektif memediasi antara kehendak politik pemerintah dengan aspirasi petani," ujarnya.

Daya juang mengangkat harkat dan martabat kaum tani, kata Geredeg, hendaknya tidak dikhianati oleh HKTI sebagai pembela kaum tani.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026