Hujan yang mengguyur Kota Negara, sejak Jumat siang, membuat rumah warga di Dusun Pendem, Kelurahan Pendem terendam air, berikut sumur tempat mereka mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari.
Pantauan di lapangan, ada empat rumah warga yang terendam air banjir mencapai 50 centimeter, hingga masuk ke dalam rumah mereka.
"Lihat saja sendiri, banyak perabot saya yang mengambang karena banjir. Hal seperti ini sudah terjadi setiap musim hujan. Yang paling saya rasakan dampaknya, adalah sumur saya yang tercemar," kata Nengah Sudantra, salah seorang warga.
Warga menduga, banjir disebabkan pembangunan perumahan yang menyumbat sungai kecil, sehingga aliran air hujan terhambat.
Terkait hal tersebut, Lurah Pendem I Putu Gede Oka Santika berjanji, segera berkoordinasi dengan pengembangan perumahan tersebut untuk memperbaiki saluran sungai yang tersumbat.
Selain rumah warga, banjir cukup tinggi dan deras juga menggenangi jalan dan taman di sekitar Kantor Bupati Jembrana.
Luapan air yang tidak mampu ditampung drainase ini, membuat Kepala Dinas Pekerjaan Umum I Gusti Putu Mertadana dan Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Kebersihan Dan Pertamanan Wayan Darwin, mengecek langsung penyebab banjir tersebut.
"Banjir ini karena volume air yang datang terlalu besar, sehingga tidak mampu ditampung drainase yang setelah kami cek alirannya cukup lancar," kata Mertadana.(GBI)
Pewarta: Pewarta: Gembong Ismadi: Gembong Ismadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.