Tabanan (Antara Bali) - Kejuaraan tinju nasional memperebutkan sabuk emas Bupati dan Ketua DPRD Tabanan tahun 2010 digelar untuk menyemarakkan HUT ke-571 Kota Tabanan, Bali.

Sebanyak 12 petinju dari sejumlah daerah akan berlaga di lapangan Alit Saputra Tabanan pada Sabtu malam (27/11).

"Kejuaraan tinju untuk menyemarakkan HUT ke-571 Kota Tabanan merupakan peran serta masyarakat yang didukung sejumlah donatur," ujar Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, di Tabanan, Jumat.

Ia menyebutkan, pihaknya mendukung kegiatan tersebut dan berharap kejuaraan tinju yang rutin digelar di Tabanan itu dapat dilanjutkan kembali pada tahun depan.

"Olahraga tinju menumbuhkan jiwa sportivitas di kalangan petinju. Saya harapkan kegiatan ini bisa berkembang lagi dan tetap berlangsung tahun depan," ujar dia didampingi Ketua Umum Pengda Pertina Bali Nyoman Adi Wiryatama.

Sementara Ketua Pengda Pertina Bali Wiryatama mengatakan,  kegiatan itu sepenuhnya mendapat dukungan finansial dari para donatur.

"Pemkab Tabanan hanya membantu semangat, semoga tahun depan bisa membantu secara finansial untuk memajukan olah raga tinju," ujar dia berharap.

Sementara itu, sebelum kejuaraan yang dipromotori Agus Marmaya digelar, para petinju lebih dulu melakukan timbang badan di Hotel Kuskus Tabanan.

Dari petinju sebanyak itu, dua di antaranya tercatat petinju nasional, yakni Faris Nenggo dari Amphibi BC Jakarta dan Een Nuriyanto dari Mirah BC Bali.

Pada acara timbang badan, keduanya sesumbar dan menyatakan akan mampu mengalahkan lawan-lawanya.

"Saya akan pukul KO semua lawan pada ronde kedua," ujar Faris disambut pekik sorak pendukungnya.

Ucapan Feris langsung dibalas petinju Een. "Saya akan kalahkan dia dengan beberapa pukulan telak," kata Een sambil menunjuk ke arah Faris, yang juga disambut sorak-sorai pendukung yang hadir saat timbang badan.

Selain petinju Faris dan Een, akan bertarung juga juara nasional peringkat 1 Edu Komaro dari Kulon Progo BC Jogjakarta melawan peringkat 3 nasional, Sahlan Coral dari Mirah BC Bali.

Mereka akan bertanding di kelas ringan nasional dengan berat 61 kg dalam 12 ronde.

Adapun kelas tinju yang akan dipertarungkan sebanyak enam partai. Di antaranya kelas terbang nasional junior 49 kg dan kelas ringan nasional 61,2 kg yang digeber dalam 12 ronde.

Partai lainnya kelas bulu 57,1 kg sebanyak delapan ronde, kelas Welter 66 kg delapan ronde, kelas Welter junior 63 kg enam ronde dan kelas bulu junior 55 kg sebanyak empat ronde.

Pada kesempatan itu, Wiryatama berharap para petinju bisa bermain keras dan profesional, serta tidak bermain sabun. "Jangan sampai ada yang main sabun, melainkan harus gigih dan mengutamakan sportifitas," ujar Wiryatama.

Setelah timbang badan, para petinju diarak keliling Kota Tabanan yang diikuti berbagai komunitas seperti penggemar Vespa dan sepeda motor besar.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026