Denpasar (ANTARA) -

Petinju asal Bali I Ketut Surya Dharma Adnyana menggenjot latihan fisik untuk mempertahankan gelar juara WBC Youth Champion menghadapi kompetisi lanjutan yang rencananya digelar pada Agustus.

“Harapan ke depan bisa membawa Bali menuju perebutan sabuk dunia,” kata I Ketut Surya Dharma di Denpasar, Bali, Selasa.

Petarung muda berusia 20 tahun itu akan fokus melatih kekuatan fisik, mental, dan teknik di bawah asuhan para pelatihnya yang dipusatkan di sasana Darmawan Club di Denpasar.

Petinju kelahiran Busungbiu, Kabupaten Buleleng itu baru saja menyabet gelar juara WBC Youth Champion Asia di Jakarta, 28 Juni.

Pada ajang bertajuk Byon Combat Volume 5 itu, petinju dengan julukan “Pretty Boy” tersebut mengalahkan petinju asal Thailand Puriwat Taosuwat.

Ia menumbangkan lawannya hanya dalam satu ronde atau kurang dari tiga menit dan Puriwat tidak mampu melanjutkan pertandingan kembali (TKO).

Surya pun membawa pulang sabuk emas dan menyabet gelar juara junior Asia.

Baca juga: Bali kirim satu petinju muda buat kejuaraan di Sri Lanka

Sementara itu, pemilik sasana tinju dan klub, Putu Gede Darmawan mengungkapkan pihaknya mendukung penuh persiapan Surya dan atlet lainnya sebelum berlaga di ring.

Menurut dia, ada latihan ekstra yang diberikan oleh para pelatih yakni pelatih Forlan dan Andika untuk menatap kejuaraan internasional.

Ia menilai ketekunan dalam berlatih menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan anak asuhannya itu menang melawan petinju dari Thailand.

“Surya anaknya disiplin, tekun latihan, mengikuti arahan dari pelatihnya sendiri,” ucapnya.

Surya menjadi putra pertama dari Bali yang membawa sabuk kejuaraan tinju internasional yaitu WBC Youth Champion Asia.

Ia baru memulai latihan dan serius di dunia tinju sejak dua tahun lalu, diawali dari tinju amatir dengan mencatatkan 10 kali pertandingan dan hanya sekali kalah. Capaian itu menjadi bekal dan pengalaman menuju laga profesional.

Baca juga: Ketum Pertina Bali beri hadiah motor bagi peraih emas PON Papua



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Adi Lazuardi

COPYRIGHT © ANTARA 2026