"Setelah melakukan penyelidikan melalui 'cyber crime', kami berhasil melacak keberadaan pelaku peneror bom di Carrefour," kata kapolda kepada wartawan di Denpasar, Kamis.
Ia mengemukakan bahwa dilihat dari nomor telepon selulernya, si peneror it diduga orang dari luar Bali.
"Ini kerjaan orang iseng dan ngacau. Orang tersebut membuat teror untuk mengacaukan Bali. Bali sekarang dalam keadaan aman dan orang ini duga ingin mengacaukan keamanan Bali dengan cara-cara ngacau," ucapnya.
Menurut dia, dari hasil penyisiran anggotanya di lokasi, ancaman teror bom itu ternyata tidak benar. Polisi saat melacak tidak menemukan benda mencurigakan yang ditaruh di tempat perbelanjaan modern tersebut.
Seperti diberitakan, ancaman teror diketahui setelah ada seseorang yang tidak dikenal mengirimkan SMS berbunyi, "Awas ada bom" ke nomor pelayanan pengaduan Carrefour, Rabu (24/11) pagi.
Si peneror itu mengirim SMS pukul 06.05 Wita, namun baru diketahui oleh pihak Carreffour pukul 14.15.
Pesan ancaman bom itu pertama kali diketahui oleh Amsar Aiba Hamid (33).(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.