Mangupura (Antara Bali) - Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bali I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha menyatakan lebih dari 50 persen pengusaha muda di Bali sudah melek teknologi.

"Sebenarnya jumlah pengusaha muda di Bali ada ribuan, tapi yang masuk anggota aktif Hipmi Bali ada sekitar 300 orang. Tersebar pada sembilan kabupaten/kota dan mereka itu lebih dari 50 persen sudah menguasai teknologi," kata wanita yang akrab dipanggil Gung Inda di Kuta, Senin.

Dikatakan dia, dengan pengusaan teknologi, maka memudahkan para pengusaha dalam mempromosikan bidang usaha ke dunia luar. Tidak hanya sebatas di Bali, namun berkat teknologi, usaha itu bisa dikenal di luar Indonesia.

Apalagi dengan memasuki era Masyakarat Ekonomi ASEAN (MEA) atau pasar bebas ASEAN yang mengintegrasikan seluruh negara-negara Asia Tenggara dalam berbagai bidang. Terutama di bidang ekonomi, hingga mau tak mau dituntut kesiapan pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuan diri. Termasuk dalam bidang teknologi.

"Makanya Hipmi Bali segera mengadakan seminar yang mendatangkan motivator, untuk memberikan semangat kepada pelaku usaha supaya memiliki kesiapan fisik dan mental pada era pasar bebas ASEAN ini," ujar dia.

Selama ini, lanjutnya, bidang usaha yang digeluti pengusaha muda cukup beragam. Seperti properti, pariwisata semisal memiliki usaha tour and travel, hotel, maupun bidang industri kreatif," katanya.

Industri kreatif yang digeluti pengusaha muda dari Bali sangat variatif pula. Mencakup kosmetik alami, usaha kuliner martabak dengan aneka toping, pupuk organik, kipas dari bahan alam atau bahkan aksesoris sandal yang menyuplai merek Benetton.

Untuk mempopulerkan produk dari pengusaha muda, biasanya setiap tahun selalu digelar Hipmi Festival yang dilangsungkan pada pertengahan tahun. Pada even ini, berbagai produk dari anggota Hipmi Bali dipamerkan agar lebih dikenal masyarakat, sekaligus menjaring pasar yang lebih luas.

Pada even festival juga diadakan `talkshow` untuk menguatkan mental masyarakat yang baru menggeluti bidang usaha, agar ada kesiapan dan sikap percaya diri dalam menjalankan bisnis.

"Pengusaha wanita selama ini yang masih minim jumlahnya, terkait rasa `confidence` dan terkendala modal usaha. Kalau sudah begini, dengan ada seminar atau talkshow, sikap mentalnya akan terbangun. Kalau permodalan, diupayakan Hipmi menjembatani dengan pihak terkait, sehingga ada bantuan modal," ucap dia. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Tri Vivi Suryani
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026