Yuniartha, di Denpasar, Senin, mengatakan untuk menentukan target kunjungan wisman tersebut, pihaknya bekerja sama dengan tim dari Universitas Udayana.
"Tim sudah mulai menghitung, ada rumus hitung-hitungannya juga," ucapnya sembari menyebutkan diupayakan untuk segera memastikan target tersebut.
Namun secara pribadi, dia memprediksi kunjungan wisatawan asing ke Pulau Dewata tahun ini bisa mencapai sekitar 4,2 juta jiwa, berkaca dari tingkat kunjungan wisman pada 2015 yang mencapai 4.001.654. "Target dari tim nanti, bisa saja lebih besar," katanya.
Menurut Yuniartha, seharusnya kunjungan wisman ke Bali tahun lalu bisa lebih besar kalau tidak terjadi beberapa peristiwa yang memengaruhi kunjungan wisatawan seperti meletusnya Gunung Raung di Jawa dan Gunung Barujari di Lombok, NTB yang abu vulkaniknya sampai Bali dan mengganggu penerbangan.
"Demikian juga sebagai dampak dari sistem perekonomian global, peristiwa bentrok ormas, hingga peristiwa Bom di Prancis," ujarnya.
Tidak jauh berbeda dengan kunjungan wisman pada tahun sebelumnya, Yuniartha mengatakan untuk 2016 yang menjadi target utama diantaranya wisatawan dari Ausralia, Tiongkok, Jepang, Malaysia, Singapura, dan sebagainya.
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali, pada 2015, sepuluh besar kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali adalah Australia (965.330 jiwa), Tiongkok (687.633), Jepang (228.035), Malaysia (190.317), Inggris (167.527), Korea Selatan (152.244), Singapura (146.632), Amerika (133.701), Prancis (131.411), Taiwan (124.072).
Sebelumnya Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan kualitas destinasi wisata harus diperbaiki jika ingin meningkatkan kunjungan wisatawan.
"Jika parkir dan fasilitas pelayanan yang ada bagus dan bersih, tentu wisatawan tidak akan takut untuk membayar mahal," ucapnya yang akrab dipanggil Cok Ace itu.
Pihaknya mengharapkan wisatawan mancanegara yang datang ke Bali itu tidak saja dilihat secara kuantitas tetapi juga berkualitas. "Saya memilih banyak dan berkualitas karena sarana akomodasi yang ada sudah telanjur terbangun banyak," ujarnya.(WDY)
Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.