Pengunjung yang kebanyakan para remaja berpasangan itu datang dengan mengendarai sepeda motor maupun mobil umumnya duduk berderet di sepanjang pantai berpasir putih.
Suasana di pantai tersebut dipantau oleh sepuluh petugas keamanan desa adat (Pecalang) Desa Sanur serta lima orang anggota Polsek Denpasar Selatan.
Made Sukada, salah seorang pecalang menjelaskan di Pantai Matahari Terbit itu telah dibangun sebuah posko Sanur Bersatu untuk mengantisipasi bidang keamanan dan hal-hal lain yang tidak diinginkan.
Pengunjung yang datang dan menyalakan kembang api diharuskan mengarahkan ke laut untuk menghindari terjadinya kebakaran dan hal-hal lain yang tidak diinginkan.
Meskipun malam peralihan tahun itu masih tiga jam lagi para pengunjung yang kebanyakan anak-anak muda itu sudah meluncurkan kembang api yang mengarah ke laut. Demikian pula suara terompet mewarnai perayaan peralihan tahun di Pantai Sanur.
Pantai Sanur, enam kilometer timur Kota Denpasar memang menjadi sasaran wisatawan nusantara dari berbagai daerah di Indonesia beramai-ramai menghabiskan waktu liburan akhir tahun di Bali.
Pematauan Antara pada siang hari, ratusan pengunjung dari berbagai daerah mendatangi kawasan itu untuk melihat panorama alam yang indah dan menikmati kesegaran air laut.
"Setiap liburan saya sering menyempatkan waktu ke Bali dan selalu mampir ke Sanur. Kami senang berlibur di Sanur karena tempatnya tidak jauh dari Denpasar," kata Ny Diah, salah satu pengunjung asal Jember, Jawa Timur.
Berlibur di Sanur tidak perlu biaya mahal karena hanya membayar uang parkir Rp2 ribu saja kepada petugas. Selanjutnya pengunjung bisa sepuas-sepuasnya menghabiskan waktu di Sanur.
Ny Diah mengatakan, setiap berlibur ke Sanur, selalu dilakukan beramai-ramai dengan keluarganya. Soal makanan pun tidak repot, karena banyak penjual makanan rujak manis atau lumpia di sepanjang pantai.
"Kalau berkunjung ke tempat lain, lokasinya jauh dan bayarnya mahal. Makanya lebih baik saya pilih Sanur saja, sebagai tempat berlibur yang cocok untuk rakyat," ucapnya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.