Bedugul (ANTARA) - Kebun Raya Bali menggelar Ngelawar Fest sebagai salah satu kegiatan saat perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-67.

Festival ini digelar sekaligus menjadi upaya untuk melestarikan warisan kuliner Bali.

"Ngelawar Fest menjadi simbol bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Kami berharap Kebun Raya Bali terus menjadi ruang kolaborasi bagi konservasi, edukasi, dan edukasi budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto.

Marga menambahkan kegiatan ini merupakan festival dan kompetisi lawar pertama kalinya yang diinisiasi oleh pihak non-pemerintah karena selama ini umumnya diselenggarakan oleh pemda di Bali.

Ajang ini menjadi ruang kolaborasi baru bagi pelaku budaya, komunitas, pelaku UMKM, hingga generasi muda untuk menjaga keberlanjutan kuliner tradisional Bali.

Di Festival dan Kompetisi Lawar, para peserta menampilkan keahlian dalam mengolah berbagai jenis lawar dengan tetap mempertahankan cita rasa autentik, filosofi, serta nilai-nilai budaya yang melekat pada hidangan tersebut.

Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah edukasi sekaligus memperkenalkan kekayaan gastronomi Bali kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Melalui kompetisi memasak berbagai jenis lawar, demonstrasi kuliner, hingga tradisi Megibung atau makan bersama, kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi komunitas budaya, pelaku UMKM, akademisi, dan generasi muda untuk menjaga keberlanjutan salah satu warisan gastronomi khas Bali.

Kegiatan ini diharapkan menjadi media edukasi sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Bali kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Di akhir festival, akhirnya kelompok dari Banjar Angin dinobatkan sebagai terbaik pertama. Diikuti kelompok Gejora dari Desa Marga di Tabanan sebagai terbaik kedua, lalu juara ketiga dimenangkan oleh KSDM 1, Kelurahan Penatih Denpasar, dan KSDM 2, Kelurahan Penatih, Denpasar dinobatkan sebagai desa favorit.

Perayaan ulang tahun kali ini, Kebun Raya Bali mengusung tema Ajegang Bhuana, Nguripang Budaya, yang bermakna menjaga alam sekaligus menghidupkan budaya.

Rangkaian perayaan berlangsung pada 11, 12, dan 15 Juli 2026 menghadirkan berbagai kegiatan budaya, edukasi, kuliner, wellness, hingga konservasi yang mengajak masyarakat menikmati kekayaan alam dan tradisi Bali dalam satu pengalaman yang utuh.

Berlokasi di kawasan sejuk Bedugul dengan panorama Danau Beratan, Kebun Raya Bali menjadi ruang yang mempertemukan fungsi konservasi, penelitian, edukasi, rekreasi, sekaligus pelestarian budaya yang tumbuh selaras dengan alam.

Mengangkat filosofi hubungan harmonis antara manusia, alam, dan budaya, rangkaian HUT ke-67 juga dirancang untuk semakin memperkuat posisi sebagai destinasi konservasi dan wisata edukasi yang menghadirkan pengalaman khas pegunungan Bali.



Pewarta: Tim Redaksi Antara Bali
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026