Kadek Narta, pengawas pada SPBU di Jalan Maruti Denpasar, Rabu mengungkapkan, stok premium dalam seminggu terakhir ini mengalami kekurangan pada SPBU yang diawasinya.
"Dalam sepekan ini, sekarang merupakan yang pertama kali kekurangan stok premium. Saat ini yang tersedia hanya pertamax dan solar," ucapnya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak Pertamina, kata Narta, pasokan premium ke SPBU kali ini menjadi berkurang karena armada pengangkut BBM ada yang tidak beroperasi, sehingga terjadi keterlambatan pengiriman, seperti yang juga sempat terjadi beberapa waktu lalu.
"Kami sudah mengajukan order, namun baru satu hari kemudian kiriman bisa datang," ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah berulang kali mengajukan permintaan terhadap Depo Pertamina Manggis, Kabupaten Karangasem, tempat biasanya mengajukan order, namun tanggapannya tidak terlalu memuaskan.
Dari jumlah permintaan yang diajukan, hanya diberikan separuh dari jatah biasanya. Padahal, kata dia, pihaknya sudah mengajukan order sambil membayar di muka.
"contohnya, kami meminta 32.000 liter setiap hari, tapi yang datang hanya 16.000 liter atau bahkan 8.000 liter. Itu pun datangnya tidak menentu. Akibatnya, stok premium habis," ujarnya.
Narta mengaku, karena kondisi ini pihaknya mengalami penurunan penjualan yang cukup signifikan. Kondisi ini juga menimbulkan dampak lain, yakni keluhan dari para konsumen.
Sementara salah seorang pegawai SPBU di sekitar Jalan Imam Bonjol Denpasar, senada mengatakan bahwa stok premium di tempatnya kembali habis. Selama November ini, baru untuk pertama kalinya stok habis.
"Stok yang tersedia saat ini sudah habis, dan yang tersisa hanya pertamax. Mudah-mudahan pasokan premium kembali tersedia dengan cepat. Penyebabnya biasa, karena pengiriman terlambat," katanya.
Pantauan di lapangan, di SPBU Jalan Maruti tidak tampak antrean para pengendara mobil dan sepeda motor yang ingin mengisi bensin. Tapi, sebagian dari mereka yang memilih mengurungkan niatnya untuk mengisi bahan bakar karena mengetahui stok premium kosong.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.