Denpasar (Antara Bali) - Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah-Indonesia) Kota Denpasar bertatap muka dengan Sekretaris Daerah Denpasar Anak Agung Rai Iswara dalam memantapkan program kerja kepemudaan ke depannya.

"Peradah sebagai organisasi kepemudaan Hindu memiliki perbedaan dan keistimewaan dengan organisasi lainnya. Karena itu dalam mencapai tujuan setiap program yang direncanakan harus mengedepankan etika," kata Sekda Kota Denpasar Agung Rais Iswara di Denpasar, Senin.

Rai Iswara menjelaskan sejarah berdirinya Peradah bertujuan untuk menghimpun kearifan lokal genius generasi muda Hindu sehingga memiliki daya saing dalam era globalisasi. Untuk itu bila generasi muda Hindu mau maju telah dipedomani melalui ajaran Agama Hindu yakni Catur Kasta.

Dalam filosofi Catur Kasta memiliki makna, antara lain, pertama Brahmana adalah brahman yang juga jiwa dan menjadi tujuan. Karena setiap kehidupan dan organisasi harus memiliki tujuan yang jelas sehingga dalam perjalanannya tidak bingung.

Sedangkan untuk tujuan organisasi itu sendiri telah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

"Untuk itu kami berharap anggota organisasi harus mengetahui anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya. Dengan demikian dapat mengetahui secara pasti tujuan dari organisasi itu sendiri," ujar Rai Iswara didampingi Kepala Dinas Pariwisata Denpasar Wayan Gunawan.

Menurut mantan Ketua DPD Peradah Bali, dalam mencapai tujuan tersebut harus ada keberanian dan pengorbanan sesuai dengan makna "Catur Kasta" yang kedua yaitu kesatria. Dalam mencapai kedua hal tersebut perlu didukung oleh sandang dan pangan serta juga strategi semua hal tersebut telah dimaknakan dalam catur kasta ketiga yaitu waisya.

Untuk mencapai tujuan tidak bisa hanya keberanian tanpa ada strategi. Ketiga hal tersebut dibingkai dengan ajaran "Catur Kasta" yakni keempat yaitu sudra yang memiliki makna rakyat atau patuh. Artinya dalam mencapai tujuan harus patuh terhadap aturan yang ada serta harus memiliki etika

"Semua ini merupakan kunci yang menjadi pedoman pelaksanaan tujuan dari sebuah organisasi seperti Peradah," ujar Rai Iswara.

Terkait dengan program-program yang ingin disinergikan dengan Pemerintah Kota Denpasar, Rai Iswara berharap agar melakukan koordinasi dengan satuan kerja terkait. Hal ini mengingat program-program yang direncanakan Peradah sudah ada dalam SKPD terkait seperti lomba baleganjur, Utsawa Dharma Gita dan program lainnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar I Wayan Gunawan menambahkan dalam melaksanakan program pariwisata, Pemerintah Kota Denpasar sangat membutuhkan krja sama, seperti Peradah. Mengingat pariwisata yang dikembangkan di Kota Denpasar merupakan pariwisata budaya yang mana menekankan pada pemberdayaan masyarakat.

"Untuk mengembangkan pariwisata budaya tersebut perlu bersinergi dengan semua pihak, termasukorganisasi kepemudaan Peradah," ujar Gunawan.

Ketua DPD Peradah Kota Denpasar Ida Bagus Subramaniam Saitya mengatakan audensi yang dilakukan agar organisasi Peradah Kota Denpasar dapat terlibat dalam pembangunan yang dilaksanakan di Kota Denpasar.

Untuk itu pihaknya menyampaikan program-program yang telah disusun sehingga bisa bersinergi dengan Pemkot Denpasar.

"Kami bertatap muka dengan Pemkot Denpasar dalam hal ini dengan pak Sekda agar program yang kami susun bisa disinergikan dan kerja sama. Dalam menyiapkan sumber daya yang andal ditengah era globalisasi," katanya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Komang Suparta
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026