Biasanya selalu banjir, hingga membuat air masuk ke dalam Pura menyebabkan aktivitas persembahyangan dan ritual tidak dapat dilakukanSingaraja (Antara Bali) - Pura Taman di Desa Bubunan, Kabupaten Buleleng, Bali terancam banjir pada musim penghujan karena aliran sungai di dekat tempat suci tersebut sangat dangkal dan memerlukan pengerukan.
"Biasanya selalu banjir, hingga membuat air masuk ke dalam Pura menyebabkan aktivitas persembahyangan dan ritual tidak dapat dilakukan," kata Kepala Desa Bubunan, Ketut Sudarmawan Duniaji di Singaraja, Rabu.
Ia mengatakan, meski sebagian sungai Puluran yang dangkal telah dikeruk Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, tetapi sebagian lainnya masih dangkal karena belum dikeruk.
"Selain dangkal, sungai di kawasan Banjar Taman itu menyempit karena terhalang bangunan rumah warga, dan belum disender sehingga terus saja air naik ke permukaan," paparnya.
Ia mengaku telah sepakat dengan warga yang memiliki bangunan di atas sungai untuk segera membongkarnya dan setidaknya ada sekitar satu kilometer sungai yang dangkal dan belum disender.
Meski begitu, kata dia, pihaknya masih belum mengetahui ke mana harus mengajukan proposal permohonan pembangunan senderan maupun pengerukan.
"Ini masih belum dipastikan, wilayahnya siapa, kabupaten atau mana. Karena itu kami minta petunjuk ke mana harus mengajukan dan kita bawa ke mana ini agar Pura Taman kami tidak terbenam air," ujarnya.
Sementara itu, seorang petani, Made Sarjana mengatakan, kualitas tanah sawah yang digarapnya kini sangat buruk usai hujan mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari. Air hujan yang menggenang di sawah tidak dapat mengalir dengan baik karena irigasi tidak berfungsi. "Traktornya tidak dapat berfungsi maksimal karena airnya tidak bisa mengalir," ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah memperhatikan keadaannya tersebut, apalagi, lahan sawah dekat Pura tersebut menjadi satu satunya mata pencaharian keluarganya.
"Sawah ini saya garap dari salah satu warga di daerah sini juga, sistemnya bagi hasil, jadi, karena sering terendam air menyebabkan gagal panen," kata dia. (NWD)
Pewarta: Pewarta: Andi Purnomo: I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.