Denpasar (Antara Bali) - Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali Made Putra Suryawan mengatakan, sedikitnya 300 hektare sawah di tiga kabupaten di Bali diserang tikus.

"Tikus masih terus menyerang sawah yang ada di tiga kabupaten, yaitu Badung, Tabanan dan Gianyar," kata Made Putra Suryawan, di Denpasar, Kamis.

Seusai dialog interaktif kerja sama Pemprov Bali dengan RRI Denpasar itu, ia mengatakan, akibat serangan tikus tersebut produksi padi di tiga wilayah tersebut terancam gagal.

"Gagal panen dari kabupaten itu akan berakibat pada menurunnya produksi atau persediaan beras di Bali secara umum karena tiga kabupaten tersebut merupakan lumbung beras bagi Provinsi Bali," ucapnya.

Ia mengatakan, maraknya tikus tersebut membuat Dinas Pertanian Provinsi Bali bekerja sama dengan Dinas Pertanian di tiga kabupaten bersangkutan melakukan berbagai langkah pencegahan dan antisipasi.

"Salah satunya dengan cara melakukan pemberantasan menggunakan belerang," katanya.

Pada setiap lubang tikus, kata dia, diisi belerang dan dibakar. Setelah dibakar, lubang yang ada di setiap pematang sawah tersebut ditutup agar bau belerang masuk ke lubang agar meracuni tikus.

"Banyak tikus yang akhirnya mati dalam lubang dan tidak bisa ke luar lagi sehingga tidak merusak lingkungan tersebut," kata Putra Suryawan.

Ia mengatakan, gencarnya serangan hama dan turunnya produksi gabah kering giling itu diperkirakan merupakan akibat dari dampak cuaca yang semakin tidak menentu.

"Kami sulit memprediksi cuaca yang terus berubah. Kami justru kembali mempercayai penghitungan tradisional para petani," katanya.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026