Semarapura (Antara Bali) - Para petani di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali enggan  menanam padi, akibat sebagian sawah seluas 2.008 hektare yang berlokasi di wilayah itu terserang hama tikus.

"Sebagian besar lahan warga dibiarkan begitu saja tanpa ditanami apa-apa, karena tikus di wilayah itu sangat banyak, " kata I Made Patra (50), salah seorang petani asal Banjarangkan, Kamis.

Pernah beberapa rekannya menanam padi. Namun sayang tanaman padi mereka yang baru berusia sepuluh hari kini terancam hancur karena diserang tikus.

"Kita sudah berkali kali malaporkan kejadian ini ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) namun tetap juga belum ada solusi yang jitu," ucapnya.

Menurut salah seorang Penyuluh Pertanian Banjarangkan, Alit Sesana didampingi Kepala UPT Kabupaten Klungkun, I Made Lanus mengakui kalau pihak BPP sudah berupaya bersama petani menangani masalah hama tikus itu.

Bahkan tahun 2011, kata dia  pihak BPP dan Pertani sudah melakukan pengropyokan atau pencarian tikis.

"Hanya saja upaya tersebut belum maksimal karena luasnya areal yang terserang," jelasnya.

Selain itu menurut Alit petani juga kurang mendukung. Saat dilakukan pencarian atau pengropyolan petani yang datang hanya sedikit. Akibatnya upaya ini tidak optimal.

Bahkan, untuk menanggulangi masalah itu BPP juga telah melakukan cara lain yakni dengan membagi bagikan racun tikus Tiram kepada petani.      

"Pembagian sudah dilakukan sebanyak 100 box. Hanya saja ada kesan masyarakat kurang yakin dengan upaya tersebut sehingga mereka pun ogah ogahan," jelasnya.

Dan saat ini, kata Sesana racun tikus itu  sudah habis stoknya.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026