Pendemo yang menggunakan pakaian adat madya Bali itu mengiringi aksinya dengan musik tradisional Bali "Baleganjur". Mereka membawa sejumlah spanduk berisikan nada protes terhadap pengambilan air oleh PDAM di Pura Taman Sari, lingkungan Buka, Banjar Bayad, Desa Kendran.
Untuk mengamankan situasi dan menceha macetnya lalu lintas, polisi sudah sejak pagi siaga meminta para pendemo untuk meminggirkan dua truk serta satu mobil carry yang berjarak 100 meter sebelah timur dari kantor PDAM di Jalan Astina Timur, Gianyar.
Setelah itu ratusan pendemo disarankan untuk berjalan kaki sambil membawa spanduk dengan diamankan oleh polisi.
Setelah tiba di depan kantor PDAM, para pendemo langsung menyampaikan orasinya.
"Petani kami begadang demi air, tetapi PDAM malah berdagang," kata I Nyoman Buda, salah seorang pendemo ketika melakukan orasi.
Selain itu, Buda yang didukung ratusan warga itu juga menuntut Direktur PDAM Dewa Putu Djati turun dari jabatannya karena tidak mampu menyelesaikan masalah itu.
Dia juga mengatakan, kekesalan warga sudah memuncak selama 17 tahun air di Pura Pura Taman Sari, lingkungan Buka, Banjar Bayad, Desa Kendran, disedot oleh PDAM.
Namun, kata dia, PDAM tidak pernah memberikan "suwinih" atau kontribusi kepada desa adat, padahal penyedotan air itu berdampak luas pada pengairan sawah hampir 700 hektare di wilayah itu.
"Karena air disedot petani jadi kekurangan air, bahkan tak jarang mereka bertengkar untuk mendapatkan air," ujarnya.
Terkait kondisi itu, kata Buda, pihaknya akan melakukan negosiasi dengan dirut PDAM, atau bila perlu penyedotan air di wilayah itu dihentikan, karena sudah merugikan warga setempat.
Saat usai orasi di kantor PDAM Gianyar, ratusan warga sempat menginginkan semuanya masuk ke dalam kantor PDAM untuk menemui direktur Dewa Putu Djati, namun keinginan warga dicegah oleh aparat kepolisian, sehingga yang boleh masuk hanya perwakilan untuk melakukan negosiasi.
Untuk warga lainnya terlihat duduk-duduk di depan kantor PDAM untuk menunggu negosiasi rekannya dengan manajemen PDAM.
Sementara aparat kepolisian tetap berjaga-jaga di kawasan kantor PDAM.
"Ya, kita aturlah kendaraan para pendemo itu sehingga tidak mengganggu kenyamanan dalam berlalu lintas," kata Kepala Satuan Samapta Polres Gianyar AKP I Wayan Latera.
Ia juga mengatakan, jika masyarakat tidak bisa dikendalikan, pihaknya akan mengerahkan pasukan yang lebih besar lagi untuk mengamankan situasi.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.