"Pelaku yang baru keluar dari RSJ Bangli dua bulan lalu iu tiba-tiba menyerang saudaranya sendiri dengan parang," kata Kapolsek Selemadeg AKP I Made Budi Astawa, Rabu.
Dikatakan Kapolsek, warga Banjar Dinas Kebon Tumpahan, Kecamatan Selemadeg itu melakukan aksinya pada Selasa (9/11) sekitar pukul 13.00 Wita.
Akibat tebasan senjata tajam itu, korban mengalami luka robek di bagian dada dan hingga kini masih terbaring lemah dan dirawat di RSUD Tabanan.
Ditambahkan Kapolsek Budi Astawa, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut dengan memintai keterangan sejumlah saksi dari pihak keluarga korban.
Dikatakannya, sebelum aksi penebasan berlangsung, Sudira sebenarnya sempat dinasehati oleh Sadi, namun rupanya hal itu membuat pelaku emosi.
"Sebelumnya Sudira mengendarai sepeda motornya tidak jelas kesana kemari. Sudira juga sempat diminta mencuci sepeda motornya oleh korban," kata Budi Astawa.
Namun karena belum pulih benar dari gangguan jiwa yang dialaminya, sehingga diduga nasehat Sadi ditanggapi berbeda oleh pelaku.
"Sebelum kejadian, sempat terjadi perang mulut antara keduanya yang berujung aksi penganiayaan yang dialami korban," kata Budi Astawa.
Puncaknya, tanpa diduga Sudira langsung mengambil sebilah parang dan langsung mengayunkannya ke arah Sadi. Sebenarnya, Sadi sempat menghindar, namun sabetan parang Sudira mengenai bagian dada Sadi.
Sabeten itu membuat dada korban mengeluarkan banyak darah. Warga sekitarnya yang mendengar keributan segera berdatangan ke lokasi dan berusaha menghentikan Sudira agar tidak semakin bertindak brutal.
Tak berselang lama, Sudira berhasil diamankan. "Hari ini Sudira kembali dibawa ke RSJ oleh keluarganya," ujar Budi.
Mengingat pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa, sehingga pihaknya tidak memproses secara hukum kasus Sudira.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.