"Dalam sepuluh tahun terakhir, Eric Legnini menjadi salah satu pianis paling berbakat di panggung jazz internasional. Pianis asal Belgia ini kembali bermain dalam format trio bersama sahabatnya, drummer Franck Agulhon pada Senin malam," kata Penanggungjawab kegiatan tersebut, Winnalia di Denpasar, Senin.
Ia mengatakan, Eric Legnini Trio telah berkolaborasi selama 10 tahun dan basis Dan Romeo yang ditemui di Festival Jazz a Villette pada September 2014.
Bersama kedua musisi dengan kualitas dan musikalitas yang tidak dipertanyakan lagi, Eric Legnini menggelar serangkaian konser dengan terus mencoba pendekatan-pendekatan baru dalam karya mereka.
Dalam pagelaran kali ini akan mengeksplorasi nuansa elektrik dengan mengganti kontrabas dengan bas elektrik serta Fender Rhodes yang terdengar hampir seluruh repertoar.
Winnalia menambahkan, dalam komposisi-komposisi terbarunya, Eric Legnini tidak hanya melekatkan kecintaannya akan irama afro jazz tetapi juga funk dan soul.
Trio Eric Legnini sangat terinspirasi oleh album Herbie Hancock, Head Hunters dan band legendaris lainnya seperti Sly dan The Family Stone.
Dalam tur pertama mereka di Indonesia, akan membawakan beberapa karya Eric Legnini dari album terdahulu serta beberapa komposisi dari album terbaru yang bahkan belum dirilis. Seluruhnya bernuansa jazz-funk yang sangat kental.
Bali merupakan singgahan pertama tur Trio Legnini di Indonesia. Selain bermain di Bali, kelompok musik jazz Trio Legnini akan melakukan tur ke kota-kota lain di Indonesia; seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Yogyakarta. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.