"Penurunan itu akibat indeks harga yang diterima petani (lt) mengalami penurunan yang lebih besar dari pada penurunan indeks harga yang dibayar petani (lb)," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panasunan Siregar di Denpasar, Minggu.
Indeks harga yang diterima petani (lt) mengalami kenaikan 0,84 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani turun sebesar 0,18 persen.
Penurunan indeks harga yang diterima petani dipicu oleh turunnya harga-harga pada kelompok perikanan tangkap 1,17 persen dan budidaya perikanan 0,20 persen.
Panasunan Siregar menambahkan, sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain ikan tongkol, cekalang, cumi-cumi, bandeng, nila dan lele.
Sementara penurunan pada indeks harga yang dibayar petani didorong oleh turunnya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,29 persen serta biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) 0,05 persen.
Sementara Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Made Suastika dalam kesempatan terpisah menjelaskan, Bali menghasilkan devisa dari ekspor hasil perikanan dan kelautan sebesar 80,68 juta dolar AS selama delapan bulan pertama 2015, meningkat 13,58 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 71,04 dolar AS.
Sektor perikanan itu mampu memberikan kontribusi sebesar 25,69 persen dari total ekspor Bali mencapai 314,07 juta dolar AS selama delapan bulan pertama 2015, turun 8,11 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 341,81 juta dolar AS.
Lima jenis produksi perikanan dan kelautan yang menembus pasaran ekspor antara lain kepiting sebanyak 1,69 ton seharga 4.719,05 dolar AS, ikan kerapu 1.286,38 ton senilai 9,35 juta dolar AS, dari segi volume maupun nilai masing-masing meningkat 59 persen dan 42 persen.
Demikian pula jenis ikan lainnya sebanyak 6.712 ton seharga 14,40 juta dolar AS, meningkat 51,89 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya 5.580,2 ton seharga 9,48 juta dolar As.
Bali juga mengapalkan ikan tuna dalam bentuk beku dan segar sebanyak 8.495,1 ton seharga 49.65 juta dolar AS selama delapan bulan pertama tahun 2015.
Hal itu dari segi volume dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya berkurang 42,5 persen, namun perolehan nilai meningkat 1,88 persen, karena tahun lalu hanya mengapalkan 14.781,3 ton seharga 48,74 juta dolar AS.
Panasunan Siregar menjelaskan, subsektor perikanan merupakan salah satu dari lima pembentukan NTP Bali. Dari lima subsektor itu tiga di antaranya mengalami kenaikan dan dua subsektor meningkat.
Tiga subsektor yang mengalami kenaikan terdiri atas tanaman pangan sebesar 2,24 persen, hortikultura 0,91 persen tanaman perkebunan rakyat 0,50 persen.
Sedangkan dua subsektor yang mengalami penurunan selain subsektor perikanan juga subsektor peternakan sebesar 1,25 persen, ujar Panasunan siregar. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.