Denpasar (Antara Bali) - Pihak Dinas Kesehatan Kota Denpasar mengatakan jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Ibu Kota Provinsi Bali itu mengalami peningkatan cukup drastis pada Juli-Agustus 2010 jika dibandingkan pada periode yang sama 2009.
"Berdasarkan data yang kami catat, terjadi peningkatan jumlah penderita DBD cukup drastis pada Juli-Agustus 2010 dibandingkan periode yang sama tahun 2009," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr Luh Putu Sri Amini, Jumat.
Pada Juli-Agustus jumlah penderita mencapai 1.020 orang, ujarnya, sedangkan jumlah penderita dalam periode yang sama 2009 hanya sekitar 300 orang.
Dikatakan, berdasarkan data tersebut diketahui terjadi peningkatan penderita sekitar 700 orang atau dua kali lipat dari jumlah penderita periode Juli-Agustus 2009.
Namun, kini jumlah penderita DBD di Denpasar sudah kembali menurun dan tidak terlalu mengkhawatirkan lagi. Jumlah penderita pada September sampai Oktober 2010 rata-rata di atas 100 orang penderita perbulannya.
"Dari catatan kami, saat ini jumlah penderita penyakit yang disebarkan oleh nyamuk itu sekitar 100 lebih yang berasal dari berbagai kalangan dan kelompok usia," ujarnya.
Penurunan itu terjadi karena memang saat itu kondisi cuacanya bukan merupakan musim hujan sehingga jumlah nyamuk penyebar penyakit mematikan itu tidak terlalu banyak.
"Kemungkinan memasuki musim penghujan di bulan ini jumlah penderita bisa kembali meningkat jika gerakan pemberantasan sarang nyamuk di Ibu Kota Provinsi Bali itu tidak laksanakan dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat," katanya.
Dijelaskan, peningkatan jumlah penderita bisa saja terjadi pada bulan ini atau sampai penghujung tahun ini jika masyarakat tidak mau membantu pemerintah untuk membersihkan sarang nyamuk di sekitar lingkungannya.
Apabila banyak sarang nyamuk dan dibiarkan, maka nyamuk akan bertambah banyak sehingga penyebarannya pun semakin cepat sehingga penderita pun bertambah.
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria.
Penyakit itu disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari "genus Flavivirus" sampai "famili Flaviviridae". Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk "aedes aegypti".(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.