Berdasarkan informasi di lapangan, korban pertama kali ditemukan oleh suaminya I Made Santra (70) dalam kondisi babak belur bersimbah darah. Melihat itu, Santra kemudian memberitahukan peritiwa tersebut kepada anak tiri korban, Nyoman Nuwada.
"Tadi sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Tabanan, namun setelah diperiksa, ibu saya dinyatakan telah meninggal dunia," kata Jero Trijata, anak kandung korban.
Dari Tabanan, jenazah Orti oleh petugas dibawa ke RSUP Sanglah Denpasar guna dilakukan otopsi.
Pihak Polres Badung yang menerima laporan atas kejadian, tampak melakukan pemeriksaan di lokasi jenazah pertama kali ditemukan.
Dari hasil penyelidikan di tempat kejadian, petugas tidak menemukan ada barang milik korban yang hilang, begitu juga pintu warung milik Orti dalam keadaan utuh atau tidak ada yang rusak.
"Awalnya ada informasi bahwa kejadian tersebut adalah perampokan. Tetapi setelah kami lakukan olah tempat kejadian perkara, ternyata tidak ada barang-barang milik korban yang hilang, dan pintu warung pun masih dalam keadaan utuh," kata Kasat Reskrim Polres Badung AKP Ketut Soma Adnyana.
Dikatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan termasuk akan memeriksa sejumlah saksi untuk dapat mengungkap pelaku dari kejadian tersebut.
"Untuk sementara kami belum bisa pastikan mengenai motif dari aksi itu. Apakah pembunuhan biasa, perampokan, atau adanya unsur-unsur lain," ucapnya.
Ditanya mengenai kemungkinan pembunuhan itu dilakukan oleh orang dekat korban, Soma mengatakan kalau pihaknya belum berani memastikan, karena kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.
"Semoga saja dalam waktu dekat kasus ini dapat diungkap dengan menangkap pelakuknya," ujarnya menambahkan. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.