Band yang bernaung di bawah bendera Jaya Giri Pro berhasil menggarap klip untuk "single" terbaru berjudul "Sopir Leneng", kata Sobag, vokalis D`Bungsil, di Tabanan, Senin.
Ia mengatakan, pementasan yang dilakukan Minggu (25/10) antara lain menyuguhkan lagu yang menceritakan tentang seorang pria yang masih pengangguran tetapi pacarnya begitu sabar menemaninya dan selalu memberi semangat untuk bekerja.
Hal itu dilandasi karena zaman sekarang mencari pekerjaan yang sesuai dengan keinginan bukan hal yang mudah. Namun, dalam perjalanannya setiap orang atau teman-teman si pria ini selalu bertanya tentang pekerjaannya.
"Karena rasa malu untuk menjawab jadi pengangguran. Akhirnya dijawab dengan kata bercanda dijawab `Sopir Leneng`" ujarnya seraya menambahkan kebanyakan orang mengira sopir travel, padahal sopir leneng. Sopir memiliki arti pengemudi dan "Leneng" itu semacam tempat duduk yang ada di depan setiap rumah di Bali.
"Leneng" dulu menjadi tempat aktivitas rutin anak-anak hingga orang tua dulu yang senang duduk di Leneng. Tetapi belakangan sangat sulit menemukan leneng. Tetapi dalam lagu Sopir Leneng diartikan seperti kebanyakan orang menganggap Sopir Leneng itu sebagai gurauan seorang pengangguran atau orang yang tidak mempunyai pekerjaan.
Tetapi, si pria itu terus mempunyai keinginan besar untuk bisa sukses dalam karir dan hidupnya. Sekarang, esok hari pasti kehidupan setiap manusia berubah. Sebab, kegagalan hari ini bukanlah berarti kegagalan untuk esok hari. "Karena kalau mau bekerja keras kelak di kemudian hari kita pasti akan menemukan kesuksesan," terang Sobag di sela-sela syuting klip tersebut.
Video klip tersebut juga melibatkan beberapa seniman muda Bali, di antaranya Thiar "Duo Thiwi" yang juga sebagai pengisi prolog dalam single ini sekaligus menjadi model klip, dan grup bondres MKP sebagai model video klip.
Selain itu, juga melibatkan komunitas yang ada di Tabanan yakni Komunitas Bebek Besi Bali, Komunitas MonkeyASS, Semeton Krambitan Jro Aseman, dan Jro Belong.
Penggarapan klip kali ini dipercayakan kepada Trax Studio dengan sutradara Oka Sudarsana. Konsep cerita video klip ini tetap mengusung komedi, namun menyiratkan pesan moral.
"Kami juga ingin menyampaikan pesan-pesan tentang kejujuran dan perjuangan tetapi tetap dengan nuansa yang kocak nan jenaka," terang Oka Sudarsana yang akrab dipanggil Betok.
Penggarapan video klip semuanya dilakukan di Tabanan. Mulai dari taman kota, pertokoan Gajah Mada, hingga di Krambitan daerah kelahiran Sobag.
Proses penggarapannya terbilang sangat lancar. 'Ya, walaupun panas, kami tetap semangat dan selalu tertawa saat syuting,' terang Dwija, gitaris band ini.
I GN Rahman Murthana selaku produser dari Jaya Giri Pro menambahkan, dengan single ini tentu akan dapat mengingatkan D'Bungsil yang sempat eksis beberapa tahun lalu. Selain itu, single dan klip ini nantinya juga sebagai salah satu strategi pasar untuk memperkenalkan kembali karya dari D'Bungsil.
"Jadi diharapkan dengan single dipublish melalui media sosial, media cetak dan elektronik dapat kembali menghibur masyarakat," jelasnya.
Kata dia, klip ini juga dikemas beda dari yang sebelumnya, namun tetap bernuansa komedian yang sifatnya menghibur. Karena yang ditawarkan dari lagu ini memang liriknya cukup menghibur dan memasyarakat.
"Lagu itu diharapkan menambah ruang berekspresi, kesempatan untuk pentas D'Bungsil. Karena lagu baru menarik untuk ditampilkan. Pasarnya kita lebih meningkat volume pentas dan juga jam terbang dari D'Bungsil," terangnya.
Band yang diperkuat Sobag (vokal, gitar), Dwija (gitar utama, backing vokal) dan dibantu oleh Lionk 'Ueck' (bas) dan Dedi (drum) terbentuk tahun 2007 dengan mengambil genre berbasis rock.
Mereka telah menelurkan dua album. Di antaranya "Paling Mangkana "(2007), "Bulan ke Badung" (2010) dan rencananya di tahun 2015 ini akan merilis single "Sopir Leneng". (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.