Jakarta (ANTARA) - Rumah produksi Karya Kreatif Utama mempersembahkan film “Autopsy: Dead Body Can Talk” yang mengangkat kisah perjalanan dokter forensik Polri yang dikenal di dunia penyidikan ilmiah, Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti.

Sutradara Ozan Ruz menyampaikan film Autopsy: Dead Body Can Talk tidak hanya mengajak penonton merasakan setiap lapisan emosi yang dialami dokter Hastry sekaligus membawa visi besar tentang nilai empati.

Empati, lanjut Ozan, bukan sekedar melihat dan merasakan, namun ikut berhenti sejenak untuk mencoba melakukan sesuatu bagi mereka yang membutuhkan.

“Dan apa yang dilakukan sama Dokter Hastry dia melakukan itu, dia memberikan hati nurani kepada jenazah yang tidak bisa lagi bicara. Dan saya harap penonton bukan hanya sekadar membawa ceritanya yang melekat, tapi nilai empati tersebut,” ujar Ozan, saat ditemui usai gala premier film tersebut di Jakarta, pada Selasa.

“Autopsy: Dead Body Can Talk” menceritakan Hastry (Masayu Anastasia), seorang dokter forensik yang selama ini berpegang pada sains dan fakta, mengabdikan hidupnya untuk menerjemahkan jejak-jejak kematian menjadi bukti yang dapat mengungkap kebenaran.

Namun di balik setiap tubuh yang ia periksa, Hastry kerap menangkap firasat, empati, dan petunjuk yang tak selalu dapat dijelaskan oleh logika.



Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026