Makassar (ANTARA) - Tim Arkelog meneliti sejumlah lukisan figuratif digambar manusia prasejarah diperkirakan berusia 67.800 tahun pada dinding gua kapur, tersebar di wilayah karst Sulawesi seperti di Leang Maros, Leang Pangkep Sulawesi Selatan, dan Liang Metanduno Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.

"Penelitian ini membantah teori yang selama ini kita pelajari melalui buku-buku bahwa lukisan tertua bermula di Eropa, itu kemudian terbantahkan," ungkap Peneliti dan Arkeolog Universitas Hasanuddin Prof Akin Duli di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Rock art atau lukisan itu ada berupa jari runcing, jenis hewan, maupun strategi berburu di masa lampau yang berbentuk bayangan berwarna merah marun dari bahan dasar oker. Gambarnya cukup detail dan masih sangat jelas terlihat menempel di dinding walau sudah berusia ribuan tahun.

Dari analisa, itu adalah cetakan tangan manusia, namun ada yang ganjil. Karena pada jemarinya tidak tumpul seperti milik manusia, tetapi pada ujung jarinya meruncing mirip cakar hewan.

Penemuan terbaru ini membantahkan narasi-narasi terdahulu. Sebab, dengan penanggalan uranium-series menunjukkan angka mencengangkan, sekitar 67.800 tahun lukisan ini bukan hanya seni tertua, melainkan sebuah "buku manual" teknologi dan organisasi sosial dari masa silam.

"Sulawesi ini masuk kawasan Wallacea dan memegang peranan penting. Bukti ini menjadi dasar kita membantah bahwa budaya melukis gua bukan berasal dari Eropa," tuturnya menekankan.

Asal-usul keindahan itu bukan klaim Eropa saja. Teori bahwa keindahan keluar dari Eropa itu yang sebenarnya tergugat. Seni itu inherent (melekat) di dalam tubuh manusia. "Rasa keindahan ada bersama sifat amarah atau tertawa. Manusia di mana saja berpotensi melahirkan itu," ujar peneliti lainnya Muhamad Nur.

Dalam lukisan tersebut, para arkeolog menemukan estetika. Ada pola garis-garis tegas dan figur manusia yang mengelilingi hewan buruan seperti babi hutan dan anoa. Para ahli menyebutnya strategi 'jari runcing' sebuah teknik pengepungan kolektif.

 

 

Gambar rock art atau lukisan figuratif seni cadas tertua diperkirakan berusia 67.800 tahun usai ditemukan di situs Liang Metanduno, Pulau Muna, Desa Liangkobori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. ANTARA/HO-Dokumentasi BRIN.

 



Pewarta: M Darwin Fatir
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026